Jangan Buru-Buru Menikah sebelum Terlatih Menghidupi Diri Sendiri

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menikah atau tidak menikah, tiap orang punya pilihan hidupnya masih. Dalam waktu dekat atau masih akan merencanakannya beberapa tahun lagi untuk menikah, masing-masing dari kita punya hak untuk membuat rencana hidup kita sendiri. Selain itu, pastikan kita memang sudah benar-benar siap sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Mungkin di antara kita punya pandangan dan pendapat sendiri soal persiapan terpenting apa yang perlu ada sebelum menikah. Di antara banyak persiapan yang ada, kesiapan mental adalah yang paling krusial. Ada baiknya masing-masing dari kita sudah terlatih menghidupi diri sendiri terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk hidup bersama pasangan yang kita pilih.

Kemandirian Perlu Dimiliki untuk Membangun Hubungan yang Kokoh

“If I get married, I want to be very married.”― Audrey Hepburn

Tentu saja kita mengharapkan punya pasangan yang baik dan dapat diandalkan. Namun, sebelum itu kita juga perlu membekali diri dengan kemampuan untuk bisa jadi orang yang bisa diandalkan juga. Saat kita sudah terbiasa menghidupi diri sendiri, ada kemandirian kuat yang terbentuk. Dengan kemandirian ini, kita bisa membangun hubungan yang kuat dan kokoh. Sebab kita sepenuhnya sadar bahwa sebuah hubungan yang kuat tidak terbentuk begitu saja, melainkan harus senantiasa diupayakan dan dijaga bersama dengan kesadaran hati.

Menghidupi Diri Sendiri Membantu Kita Lebih Bijak Menata Prioritas Hidup

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/fizkes
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/fizkes

Saat menikah, ada banyak perubahan yang terjadi termasuk soal prioritas hidup. Kalau kita belum terlatih menata prioritas yang baik, kita akan kerepotan sendiri ketika menikah. Sementara itu, bila kita sudah terbiasa dan terlatih menghidupi diri sendiri dan mencukupi kebutuhan sendiri, kita akan lebih bijak dalam menata prioritas hidup. Dengan kemampuan ini, kita setidaknya sudah punya bekal yang cukup untuk menata prioritas hidup yang baik ketika melangkah ke fase kehidupan yang baru dalam ikatan pernikahan.

Menata Ekspektasi dan Kompromi Butuh Latihan

“A great marriage is not when the 'perfect couple' comes together. It is when an imperfect couple learns to enjoy their differences.”― Dave Meurer

Sebagai contoh, saat kita terbiasa menghidupi diri sendiri, kita mau tak mau harus bisa menata keuangan dengan sebaik mungkin. Bisa lebih bijak dalam mengatur pemenuhan kebutuhan. Tak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan, dan hal itu butuh pembiasaan dan latihan tersendiri. Bila kita sudah terbiasa menata ekspektasi atas kebutuhan-kebutuhan mendasar dari dalam diri, nantinya ketika kita sudah menikah setidaknya kita bisa lebih mudah berkompromi atau beradaptasi dengan berbagai perubahan baru.

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, sepenting apa kemampuan menghidupi diri sendiri ini? Seberapa krusial "standar" ini dalam persiapan pernikahan?

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel