Jangan Coba-coba Menimbun Oksigen dan Obat, Ada Hukuman Menanti

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah mewanti-wanti agar tidak ada yang menimbun oksigen di tengah meningkatnya pemrintaan pasokan oksigen di dalam negeri. Stok oksigen dikabarkan mulai menipis di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Peringatan ini disampaikan Jubir Menteri Koordinator Maritim Investasi, Jodi Mahardi. Selain oksigen, dia juga memperingatkan tidak boleh ada aksi penimbunan untuk obat-obatan terkait Covid-19.

"Jangan menimbun oksigen dan obat-obatan penting perawatan Covid-19. Penimbun oksigen dan obat adalah musuh masyarakat," ujar dia dalam konferensi pers yang ditayangkan langsung di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (4/7/2021).

Menurut dia, akan ada ganjaran bagi penimbun oksigen dan obat. Apalagi bagi distributor.

Dia pun meminta masyarakat yang tidak menghadapi situasi krisis, tidak menimbun oksigen dan memprioritaskan warga yang tengah membutuhkan.

Dia mengingatkan jika pada masa genting ini, bukan saatnya mengambil kesempatan pribadi. Dipastikan hukuman pasti menanti bagi mereka yang melanggar hukum dan mengeksploitasi masa darurat untuk kepentingan pribadi," tukas Jodi. "Kita prioritaskan nyawa saudara-saudari kita saat ini," lanjut dia.

Terus Penuhi Stok

Sebuah tabung terlihat di tempat pengisian Oxygen Medical di kawasan Jalan Minang Kabau, Jakarta, Senin (28/6/2021). Permintaan pengisian oksigen di agen tabung oksigen di Jakarta alami peningkatan seiring lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi dalam satu pekan terakhir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sebuah tabung terlihat di tempat pengisian Oxygen Medical di kawasan Jalan Minang Kabau, Jakarta, Senin (28/6/2021). Permintaan pengisian oksigen di agen tabung oksigen di Jakarta alami peningkatan seiring lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi dalam satu pekan terakhir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jodi mengatakan pemerintah terus mengupayakan agar stok oksigen dapat terus dipenuhi.

"Kita menyadari ketersediaan oksigen terbatas, maka dari itu pemerintah akan terus mengusahakan dan mencari jumlah oksigen secara maksimal dengan berbagai cara," kata Jodi dalam keterangan pers daring, Minggu (7/4/2021).

Jodi menjelaskan, berbagai cara ditempuh pemerintah adalah dengan mencari dari industri lokal hingga luar negeri. Menurut dia, hal itu dilakukan demi keselamatan rakyat.

"Kita cari baik dari industri lokal, mau pun menyiapkan oxy (oksigen) impor, saat ini keselamatan rakyat adalah hukum utama," yakin Jodi.

Saksikan Video Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel