Jangan Coba-coba, Peserta Tes SKD CPNS 2021 Langsung Gugur Jika Palsukan Hasil Test PCR

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Peserta tes SKD CPNS 2021 harus memenuhi segala persyaratan dan tata tertib yang sudah ditentukan. Salah satunya dengan membawa hasil swab test RT PCR/antigen atau surat vaksin.

Jika ditemukan peserta SKD CPNS 2021 yang tidak membawa apalagi memalsukan dokumen tersebut, maka peserta akan digugurkan.

Hal tersebut sesuai dengan penjelasan dalam unggahan video dari akun Instagram resmi Badan Kepegawaian Negara atau BKN @bkngoidofficial.

“Peserta yang terbukti membawa surat vaksin atau surat PCR/antigen palsu akan otomatis digugurkan atau didiskualifikasikan dari kepesertaan seleksi karena dianggap melakukan penipuan,” tegas BKN, seperti dikutip dari video unggahannya tersebut, Senin (27/09/2021).

Karena itulah, peserta harus membawa dokumen asli jika tidak ingin digugurkan dalam seleksi ini. Selain itu, juga harus membawa segala kelengkapan dokumen untuk pelaksanaan ujian SKD CPNS 2021.

Bagi Peserta yang Positif Covid

Peserta Tes SKD CPNS 2021 di Kemenko Kemaritiman dan Investasi.
Peserta Tes SKD CPNS 2021 di Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Peserta yang dinyatakan positif Covid-19 pada H-1 ujian, bisa melaporkan diri kepada Instansi untuk diajukan penjadwalan ulang dengan mengusulkan kepada BKN.

Di dalam video tersebut dijelaskan, “Laporan kepada Instansi harus dilakukan minimal H-1 ujian, jika dilaporan sesudah jadwal ujian maka dinyatakan tidak hadir.”

Sedangkan bagi peserta yang dinyatakan positif Covid-19 pada hari pelaksanaan ujian, peserta bisa langsung melapor ke Instansi untuk ditempatkan di ruangan khusus peserta Covid-19 di tilok.

Selain itu, bisa pula diusulkan penjadwalan ulang sesuai dengan rekomendasi Tim Kesehatan di tilok. Hal ini mengacu pada SE BKN 7/2021.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel