Jangan Cuci Mobil Sembarangan saat Pandemi

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sampai saat ini, wabah virus COVID-19 yang melanda sejak tahun lalu masih menyelimuti Indonesia. Hal ini membuat masyarakat harus menghabiskan banyak waktu di dalam rumah, demi menekan tingkat penyebarannya.

Bahkan belakangan ini jumlah pasien yang terpapar mengalami peningkatan, membuat pemerintah terpaksa menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakarat atau PPKM.

Ketika harus ke luar rumah untuk melakukan aktivitas tertentu, warga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menjaga jarak dan mengenakan masker.

Para pemilik kendaraan juga disarankan untuk selalu menjaga kebersihan mobil dan motor mereka, supaya selama tidak digunakan tetap aman dari virus. Cara paling mudah, yakni dengan mencuci secara rutin.

Dlansir VIVA Otomotif dari laman Seva.id, Kamis 22 Juli 2021, penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health menunjukkan bahwa virus Corona dapat hidup di permukaan baja, plastik, dan logam selama 72 jam atau tiga hari.

Hasil riset lebih jauh memperlihatkan, bahwa apabila virus itu menempel di permukaan karton maka bisa tetap aktif hingga 24 jam. Khusus untuk material tembaga, masa hidupnya hanya empat jam saja.

Penelitian yang dilakukan oleh World Health Organization atau WHO, juga menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Artinya, apabila virus menempel pada mobil saat sedang melintas di jalan maka bisa tetap berduplikasi hingga dua hari ke depan.

Untuk memastikan bahwa bodi mobil dalam kondisi bersih dan bebas kuman, maka cuci dengan menggunakan sampo kendaraan yang banyak tersedia di toko aksesori. Fungsinya sama seperti sabun yang kita gunakan saat mencuci tangan.

Pencucian sebaiknya dilakukan di tempat yang teduh dan tidak kena sinar matahari langsung, karena berpotensi menimbulkan bercak yang nantinya akan berubah jadi jamur.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel