Jangan Diabaikan, 5 Tanda Saat Tubuh Kekurangan Cairan

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar dari Anda tentu sudah tahu bahwa tubuh terdiri dari 60%-75% air. Itu mengapa sangat penting untuk menjaga tubuh Anda terhidrasi, dan agar tetap terhidrasi, Anda harus minum cairan dan makan makanan yang kaya kandungan air.

Namun terkadang tubuh Anda mungkin kehilangan air lebih banyak dari biasanya. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa aktivitas fisik, keringat berlebih, diare, muntah, diabetes dan sering buang air kecil.

Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh Anda, menyebabkan dehidrasi dan menyulitkan tubuh Anda untuk berfungsi dengan baik. Tak hanya haus, nyatanya masih banyak tanda lain yang tubuh Anda tunjukkan jika sedang dehidrasi. Sayangnya banyak yang kadang tak menyadarinya.

Dikutip dari healthylifetricks, berikut deretan tanda jika tubuh Anda sedang kekurangan air.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bau Mulut

Ilustrasi gigi  (sumber: Pixabay)
Ilustrasi gigi (sumber: Pixabay)

Air liur melindungi gigi Anda dari pembusukan, penyakit, dan gigi berlubang dengan membentuk pelindung di sekitarnya dan membantu membersihkan partikel makanan di dalam dan di antara gigi Anda. Tapi, jika Anda mengalami dehidrasi, Anda tidak menghasilkan cukup air liur.

Berkurangnya jumlah air liur memungkinkan bakteri untuk tumbuh, dan menyebabkan bau mulut. Anda juga harus tahu bahwa mulut kering akan membuat Anda lebih mungkin untuk mengembangkan kerusakan gigi yang cepat dan penyakit gusi.

Mengidam Makanan

Ilustrasi cokelat  (sumber: Pixabay)
Ilustrasi cokelat (sumber: Pixabay)

Menurut para ahli, ketika Anda mengalami dehidrasi, akan sulit bagi beberapa nutrisi dan organ tubuh lain yang menggunakan air seperti hati untuk melepaskan beberapa glikogen dan komponen lain dari simpanan energi Anda. Ini membuat Anda akan mengidam makanan mulai dari cokelat hingga camilan asin. Tapi, mengidam permen lebih sering terjadi karena tubuh Anda mungkin mengalami kesulitan dengan produksi glikogen.

Sakit Kepala

Ilustrasi Pusing dan Sakit Kepala Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pusing dan Sakit Kepala Credit: pexels.com/pixabay

Ketika tubuh dehidrasi akan menurunkan suplai darah ke otak, yang berarti lebih sedikit oksigen dan glikosa. Hal ini dapat menyebabkan sakit kepala yang mengerikan.

​​Sembelit dan Pencernaan Buruk

Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/pixabay

Air membantu tubuh kita untuk memecah makanan dan meningkatkan penyerapan vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C. Usus besar merendam air dari sisa makanan untuk diproses oleh ginjal. Jadi, usus Anda merendam jumlah air yang tepat untuk membuat tinja Anda dalam konsistensi yang tepat.

Jadi, berhati-hatilah, karena jika Anda mengalami dehidrasi, akan menyerap lebih banyak air untuk mencegah keluarnya cairan. Ini akan membuat tinja Anda keras dan akan menyulitkan untuk mendorongnya melalui saluran pencernaan Anda.

Urine Berwarna Gelap

ilustrasi urine. Image by bzndenis from Pixabay
ilustrasi urine. Image by bzndenis from Pixabay

Saat Anda minum banyak air, warna urine Anda harus kuning terang hingga bening. Ini berarti ginjal Anda memiliki cukup air untuk mengeluarkan racun dari tubuh Anda. Tapi, jika warnanya gelap, itu berarti ginjal Anda mengarahkan air kembali ke tubuh Anda untuk menjaga tekanan darah dan keseimbangan mineral. Hati-hati, karena dehidrasi kronis dapat membuat ginjal Anda kelebihan racun, bahkan menyebabkan batu ginjal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel