Jangan Diabaikan, 5 Warna Kuku Ungkap Kondisi Kesehatan Anda

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Bagi kaum hawa, kuku menjadi salah satu bagian tubuh yang rutin dirawat. Namun, segelintir individu lainnya sering mengabaikan kuku karena dianggap tidak penting.

Padahal kuku kering atau perubahan pada warna kuku bisa mengungkap masalah kesehatan tubuh seseorang.

Perubahan pada warna kuku nyatanya bisa mengindikasi masalah penyakit tertentu. Nah, penasaran warna kuku apa saja yang perlu diwaspadai? Berikut ulasannya seperti melansir dari Insider, Selasa (31/8/2021).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Berwarna kemerahan

Ilustrasi Cara Menggunakan Kuku Palsu Credit: pexels.com/Element
Ilustrasi Cara Menggunakan Kuku Palsu Credit: pexels.com/Element

Pada kuku yang normal biasanya berwarna merah muda serta becahaya. Namun, jika warna merah muda menjadi lebih merah dari biasanya, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami malnutrisi.

Jika mengalami kondisi tersebut, itu tandanya Anda membutuhkan perhatian medis secepatnya.

2. Berwarna hitam

Ilustrasi Kuku Palsu Credit: pexels.com/Valeria
Ilustrasi Kuku Palsu Credit: pexels.com/Valeria

Kuku bergaris hitam bisa disebabkan oleh beragam masalah. Ada yang biasa hingga serius. Dr Miguel Cunha dari Gotham Footcare mengenal masalah kuku ini sebagai melanonychia linier, yang hampir 50 persen terjadi pada orang Afrika-Amerika.

Perubahan kuku yang menjadi gelap itu disebabkan pigmen melanosit yang berlebihan. Cedera dan memar juga bisa menjadi penyebab utama mengapa muncul kuku berwana hitam.

Mengonsumsi obat seperti kemoterapi, kanker kulit hingga mengidap HIV dan lupus bisa menyebabkan kuku menghitam, meski kurang umum dialami. Oleh sebab itu, tanda kuku semacam ini sebenarnya juga tak boleh diabaikan karena dapat berujung serius.

3. Bewarna ungu

Ilustrasi Perawatan Kuku Credit: pexels.com/Element
Ilustrasi Perawatan Kuku Credit: pexels.com/Element

"Kuku yang berubah menjadi warna keunguan kemungkinan mengalami hematoma subungual," kata Cunha. Biasanya hal itu merujuk pada bagian dalam kuku yang memar.

Biasanya tidak perlu melakukan hal yang khusus untuk menyembuhkan hal itu. Namun di sisi lain, akan butuh waktu yang lama untuk mengembalikan warna kuku yang normal.

Hilangnya kuku berwana ungu atau biru ini akan hilang setelah Anda memotongnya. Namun, dalam kasus tertentu di mana tekanan darah terakumulasi dalam lempeng kuku hal ini dapat menyakitkan dan perlu dikonsultasikan ke dokter.

4. Warna kuning dan cokelat

Ilustrasi kuteks. (Foto: pixabay.com)
Ilustrasi kuteks. (Foto: pixabay.com)

Kuku yang tebal dengan warna kuning dan cokelat sangat kuat dikaitkan sebagai infeksi jamur.

"Biasanya berkembang pada lingkungan yang gelap, hangat dan lembab seperti dalam sepatu. Biasanya masalah pada kuku ini sering dimulai sebagai kaki atlet, infeksi kulit yang menyebar sampai kuku," tutur Cunha.

Jamur tersebut bisa menyebabkan kuku menghitam, menebalkan, hingga terlihat tidak enak dipandang. Untuk mengatasinya, biasanya dilihat dari tingkat infeksi.

Selain warna disebakan pada jamur, kuku yang berwana abu-abu kecokelatan juga bisa muncul karena kekurangan asupan B12.

5. Warna putih

Ilustrasi gigit kuku (Pixabay)
Ilustrasi gigit kuku (Pixabay)

Warna putih pada kuku umumnya muncul dalam bentuk garis atau titik noda terjadi akibat adanya tekanan atau trauma. Biasanya jika tekanan yang diberikan pada kuku sangat parah, hal ini bisa berujung jadi memar dan berwana ungu.

Munculnya warna putih pada kuku kaki biasa terjadi ketika mengenakan sepatu tidak pas. Kondisi kuku yang selalu bergesakan di tempat yang sama juga bisa menimbulkan warna putih pada kuku kaki.

Tak ada yang banyak dilakukan untuk mengatasi kondisi kuku tersebut. Vitamin penguat kuku rambut dan kulit bisa menjadi solusi tepat untuk membantu penyembuhan.

Selain karena tekanan, Cunha juga menganggap warna putih pada kuku bisa muncul karena anemia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel