Jangan Dianggap Remeh, 5 Kebiasaan Sepele Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai aktivitas sehari-hari yang dilakukan tentu akan menjadi kebiasaan. Namun, kebiasaan sepele yang kita anggap baik selama ini, ternyata malah berbahaya bagi kesehatan tubuhmu.

Sebelum terlambat, Anda perlu mengetahui apa saja kebiasaan sepele yang bisa memengaruhi kesehatan tubuh. Penasaran apa saja? Berikut ulasannya seperti melansir dari Bright Side, Kamis (7/10/2021).

1. Membersihkan telinga

Ilustrasi Gejala sakit telinga Credit: pexels.com/Anna
Ilustrasi Gejala sakit telinga Credit: pexels.com/Anna

Tubuh kita adalah mekanisme yang sempurna dan dengan dengan demikian, kotoran di telinga kita dirancang khusus untuk melakukan pembersihan diri.

Kotoran telinga seharusnya melumasi saluran telinga dan melindunginya dari bakteri, jamur dan serangga.

Perlu Anda ketahui, kotoran telinga akan meninggalkan tubuh secara alami, meluncur ke saluran telinga sebelum dikeluarkan saat mengunyah makanan.

Jadi, jika Anda membersihkan telinga sendiri, Anda bisa mendapatkan hasil sebaliknya. Ketika Anda masuk ke saluran telinga, Anda menyebabkan peningkatan produksi kotoran telinga.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda bisa membersihkan telinga Anda dengan lembut menggunakan handuk basah setelah mandi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2. Bilas toilet duduk dengan tutup terbuka

Ilustrasi Toilet Credit: pexels.com/Giorgio
Ilustrasi Toilet Credit: pexels.com/Giorgio

Setelah menggunakan toilet, tentu penting untuk menyiramnya segera. Namun, banyak individu menganggap bahwa menyiram toilet duduk dengan tutup terbuka menjadi cara yang benar.

Nyatanya, jika tutup toilet duduk dibiarkan terbuka, partikel kecil yang mengandung bakteri bisa menyebar hingga ketinggian 2 meter.

Untuk itu, jangan lupa untuk menutup tutupnya sebelum Anda menyiram.

3. Mencuci semua jenis makanan

Ilustrasi/copyrightshutterstock/spass
Ilustrasi/copyrightshutterstock/spass

Tidak semua jenis makanan perlu dicuci. Misalnya daging merah dan daging burung yang tidak boleh dicuci sebelum dimasak.

Dengan mencucinya, Anda bahkan tidak akan menyingkirkan bakterinya, tapi malah menyebarkannya ke seluruh dapur. Jadi, Anda perlu memanggang atau merebus daging agar bakteri mati karena suhu tinggi.

Namun, bakteri apa pun yang menyebar ke meja atau tempat lain di dapur Anda, kemungkinan besar akan berakhir di tubuh Anda.

Hal tersebut tidak berlaku bagi buah dan sayuran. Keduanya harus dicuci sebelum dikonsumsi.

4. Membersihkan hidung

Ilustrasi Menutup Hidung Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Menutup Hidung Credit: pexels.com/cottonbro

Ketika hidung Anda tersumbat, itu tentu sangat tidak nyaman. Jadi salah satu cara untuk bisa bernapas lebih mudah yakni dengan membersihkannya.

Namun, membersihkan hidung bisa menyebabkan masalah seperti menginfeksi hidung Anda dengan bakteri luar yang bisa menyebabkan infeksi di lubang hidung atau saluran sinus Anda. Padahal, hidung Anda bisa membersihkan dengan sendirinya.

Jika Anda ingin membersihkan kotoran di dalam hidung, Anda bisa meniup hidung dengan hati-hati. Jika tangan Anda menyentuh hidung, pastikan tangan Anda bersih.

5. Menyikat gigi setelah makan

Ilustrasi sikat gigi dan pasta gigi (pexels)
Ilustrasi sikat gigi dan pasta gigi (pexels)

Menyikat gigi menjadi kebutuhan setiap individu. Namun, penting untuk tidak melakukannya tepat setelah makan, baiknya dilakukan 30-60 menit setelah makan.

Enamel gigi adalah bagian paling padat dari tubuh manusia, tapi juga bisa menjadi lebih lembut dalam kondisi asam seperti setelah makan buah atau susu.

Jika Anda menyikat gigi tepat setelah makan, Anda bisa merusak enamel gigi. Dokter gigi merekomendasikan untuk mencuci mulut dengan air atau mengunyah permen karet untuk meningkatkan produksi air liur.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel