Jangan Dibuang! Kulit Melinjo Ternyata Punya 6 Manfaat untuk Kesehatan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Para penggemar sayur asem atau emping mungkin tidak asing lagi dengan melinjo. Salah satu sayuran dengan rasa agak pahit ini tak hanya bijinya saja yang bisa dimakan, bahkan kulitnya kerap diolah menjadi camilan atau tambahan lauk.

Meski sering dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, ada segudang manfaat yang ditawarkan kulit melinjo berkat kandungan gizinya.

Menurut jurnal yang diterbitkan Cancer Medicine, kulit melinjo juga diketahui mengandung berbagai senyawa dan vitamin yang baik untuk tubuh seperti beta karoten, fenolik, flavonoid, vitamin C, dan antioksidan. Kulit melinjo juga mengandung tembaga, mangan, zat besi, zinc, dan potasium.

Kandungan melinjo inilah yang membawa berbagai khasiat yang baik untuk tubuh, termasuk asam urat.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (1/10/2019) tentang khasiat kulit melinjo selengkapnya.

1. Memelihara Kesehatan Otak

Kulit melinjo diketahui memiliki kandungan mangan di dalamnya. Berkat kandungan ini, kulit melinjo dapat membantu mencegah dan mengatasi radikal bebas yang menyerang tubuh, termasuk pada sistem saraf.

Bila radikal bebas berhasil masuk ke tubuh, fungsi otak dan saraf pun akan terganggu.

Itu sebabnya, mangan dalam kulit melinjo sangat mungkin mengikat neurotransmitter. Kemudian, senyawa mineral ini menghasilkan sinyal antar-sel saraf menjadi lebih efisien. Alhasil, fungsi otak dan saraf pun berjalan dengan baik.

2. Mengurangi Risiko Stroke

Kulit Melinjo juga dapat mengurangi risiko stroke. Dilansir dari Harvard Health, penelitian yang dimuat dalam jurnal Stroke mencoba membuktikan hal tersebut.

Para peneliti mencoba menganalisis sekitar 90.000 wanita pasca-menopause berusia antara 50 – 70 tahun selama rata-rata 11 tahun.

Hasilnya, konsumsi lebih banyak kalium memperlihatkan penurunan risiko stroke iskemik sebanyak 27 persen. Sementara itu, wanita yang mengonsumsi lebih sedikit kalium lebih berisiko. Hal ini dikarenakan kalium berfungsi sebagai vasodilator dan melemaskan pembuluh darah di tubuh, sehingga lebih melancarkan aliran darah.

3. Menjaga Kesehatan Tulang

Mineral kalsium sangat dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memelihara kekuatan tulang dan gigi. Sayangnya, mineral yang satu ini tidak dihasilkan oleh tubuh, sehingga Anda harus mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium.

Kekurangan kalsium dapat melemahkan kekuatan tulang. Hal ini dikarenakan tubuh yang tidak mendapatkan asupan kalsium akan mengambil mineral ini dari tulang. Akibatnya, Anda berisiko mengalami osteoporosis.

Oleh sebab itu, konsumsi olahan kulit melinjo menawarkan manfaat yang baik bagi tulang agar tidak mudah rapuh.

4. Membantu Melindungi Otot

Protein dalam kulit melinjo ini menawarkan khasiat berupa melindungi kesehatan otot.

Protein merupakan zat gizi yang penting dalam koordinasi dan kontraksi otot. Bentuk protein berupa mikrofilamen dapat dijumpai pada jaringan otot yang memberikan struktur pada otot.

Tidak hanya itu, pertumbuhan otot juga tergantung pada jumlah protein dalam tubuh. Menjaga asupan protein juga membantu mencegah kehilangan massa otot ketika Anda menjalani program menurunkan berat badan.

5. Menjaga Kesehatan Kulit dan Rambut

Kandungan seng (zinc) dalam kulit melinjo membantu meningkatkan sel darah putih. Kadar sel darah putih yang meningkat dapat mencegah peradangan dan mempercepat penyembuhan luka.

Berdasarkan penelitian dari Dermatology Practical & Conceptual, protein dalam kulit melinjo membantu menjaga kesehatan rambut dan mencegah kerusakan. Penelitian tersebut memperlihatkan bahwa mendapatkan asupan protein yang cukup baik untuk rambut. Hal ini dikarenakan sebagian besar folikel rambut terbuat dari protein.

Kekurangan protein justru dapat membuat masalah seperti rambut rontok.

6. Menurunkan Asam Urat

Memiliki senyawa bioaktif yang dapat menstabilkan kadar asam urat di dalam tubuh, kulit melinjo dapat menurunkan asam urat. Hal ini dikarenakan senyawa bioaktif di dalamnya mampu bertindak seperti obat asam urat jenis urikostatik, yakni allopurinol.

Obat ini bekerja dengan menghambat kerja enzim xantin oksidase yang menyebabkan penumpukan asam urat dan menjadi penyebab munculnya radang sendi kronis.

Reporter: Lianna leticia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel