Jangan Gentar Sama Nuklir

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mendengar kata nuklir, yang terbayangkan di pikiran adalah kekerasan dan horor. Artinya, persepsi nuklir di benak masyarakat awam saat ini masih negatif. Padahal nuklir bisa memberikan manfaat serta kegunaan.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Austria dan Slovenia, Darmansjah Djumala, mengatakan persepsi publik mengenai nuklir masih dalam pendekatan. Menurutnya, masyarakat awam belum paham betul mengenai manfaat dan kegunaan nuklir.

Baca: China Aktifkan Matahari Buatan

"Saya kira ke depan nanti harus ditingkatkan lagi kesadaran publik terhadap manfaat teknologi nuklir yang fokus kepada keamanan (security) dan keselamatan (safety)," kata dia, dalam diskusi nuklir HIMNI secara webinar, Kamis, 25 Februari 2021.

Darmansjah juga menuturkan bahwa Indonesia menjadi negara ke-27 yang ingin membangun nuklir di mana hingga kini baru pada tahap mengembangkan belum masuk ke aspek energi. Sedangkan negara-negara yang sudah mengadopsi teknologi nuklir jumlahnya mencapai 32.

Perencanaan teknologi nuklir secara nasional, menurut Darmansjah, bisa mencapai 47 tahun. Selain itu, Indonesia juga sudah memiliki payung hukum, yaitu UU Ketenaganukliran Nomor 10 Tahun 1997 dengan jumlah ahli di bidang tersebut lebih dari 1.000 orang.

Oleh karena itu diperlukan membumikan diplomasi nuklir agar bisa mengedepankan kepentingan, manfaat serta terkoneksi langsung dengan kebutuhan rakyat. "Tantangan yang selama ini dihadapi adalah adanya mispersepsi bahwa hasil diplomasi dan politik luar negeri termasuk isu kerja sama nuklir tidak tangible atau konkret," tegas dia.

Darmansjah memaparkan jika pihak terkait juga harus memfokuskan penyelarasan pelaksanaan diplomasi luar negeri, termasuk nuklir, dengan target pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Ia pun memberi contoh keberhasilan Indonesia mengembangkan beberapa inovasi dari nuklir. Di antaranya pengembangan varietas padi mutasi radiasi, yang mana hasil panennya lebih unggul. Selanjutnya, pemanfaatan teknologi iradiasi untuk pengawetan makanan dan peralatan medis.

"Lalu, produksi dan pemanfaatan radiofarmaka untuk kesehatan hingga teknik serangga mandul atau steril, yang digunakan untuk memandulkan nyamuk jantan dengan menggunakan radiasi sinar gamma," jelas Darmansjah.