Jangan Hanya Menuntut Kewajiban Istri, Tanpa Menunaikan Kewajibanmu

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pekerjaan rumah mungkin terlihat sepele di matamu. Mengurus anak-anak mungkin terlihat mudah untukmu. Hingga kamu selalu membandingkan, selalu merasa yang paling lelah, capek dan pusing memikirkan kebutuhan rumah tangga dengan bekerja di luar setiap harinya.

Namun, pernahkan kamu sedikit saja membantunya? Terjaga sepanjang malam, karena ada anak yang rewel dan terus menangis.

Melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu, hingga kadang lupa mengurus diri sendiri. Tak sempat untuk sekadar rehat dan menghela napas sejenak, sebab ada saja yang harus dikerjakan.

Sehingga, kamu terus menuntut dirinya, mewajibkan tubuh ringkihnya untuk terus bekerja. Seakan istirahat beberapa menit itu, terlihat sebagai bentuk kemalasan di pelupuk matamu.

Menuntutnya dengan dalil bahwa surga istri di telapak kaki suami, menuntutnya dengan alasan sudah kewajibannya patuh. Enggan membantunya, sebab merasa, mengurus anak dan rumah tangga adalah urusan istri.