Jangan Kuasai Jalan, Konvoi Komunitas Tanpa Kepentingan Mendesak Tetap Hormati Pengguna Jalan Lain

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polisi melakukan penindakan terhadap rombongan mobil mewah, di kawasan ruas Tol Andara, Minggu (24/1/2022). Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Sutikno mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada pukul 10.45 WIB.

Sutikno menjelaskan, aksi rombongan mobil mewah ditindak akibat membuat arus lalu lintas di Tol Andara terhambat. Saat dikonfirmasi kepada para pengendara, aksi itu mereka lakukan demi kepentingan pribadi.

"Mereka berkendara beriringan sedang melaksanakan dokumentasi di dalam tol, sehingga mengganggu pengguna jalan lain," ungkap Sutikno saat dikonfirmasi wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Jusri Pulubuhu dari chief instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menjelaskan, konvoi yang melibatkan satu dan dua atau lebih mobil dalam satu komunitas, dengan tujuan yang sama serta berangkat dan menggunakan ruang publik, pastinya akan menimbulkan iring-iringan kendaraan.

"Iring-iringan ini, kalau tidak resmi. Resmi saja harus mempertimbangkan tidak menimbulkan tidak kenyamanan pengguna jalan lagi. Walaupun resmi, dasar tersebut tidak mengganggu pihak lain, itu tetap dasar pihak kepolisian yang melakukan pengawalan," jelas Jusri saat dihubungi Liputan6.com, melalui sambungan telepon, Senin (24/1/2022).

Lanjut Jusri, walaupun pihak kepolisian memiliki diskresi, ada aturan hukum yang bisa digunakan untuk merekayasa lalu lintas untuk kepentingan stakeholder atau pengguna di jalan raya.

"Kalau iring-iringan panjang, kecepatan terlalu pelan. Intinya, karena kecepatan atau manuver yang dianggap mengganggu kenyamanan, kelancaran pengguna jalan lain, maka bisa diarahkan, diimbau, bahkan ditindak jika itu dianggap pelanggaran yang tidak bisa diatur," tegas Jusri.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Utamakan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lain

Sementara itu, jika bersifat konvoi yang dikawal polisi, itu punya hak diskresi (polisi) dan bukan pesertanya. Jika meraka salah satu kelompok yang menjadi prioritas sesuai kelompok 7 dalam Pasal 1 UU 22 Tahun 2019, itu berbeda dengan kelompok prioritas 4,3, atau 2 yang mutlak diberikan haknya oleh pengguna jalan lain.

"Tapi untuk kelompok yang tidak ada sifat urgensi, seperti kelompok lain, kelancaran, keamanan, dan keselamatan pengguna jalan lain menjadi dasar utama. Kemarin saya gak ngerti, apakah situasi mengganggu kecmacetan, ini karena saya bukan saksi fakta. Jika mengganggu kemacetan, polisi berhak menegor dan melakukan penindakan," pungkasnya.

Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19

Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Hindari 9 Kesalahan Ketika Gunakan Masker Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel