Jangan Lengah, Pemerintah Harus Manfaatkan Momentum Pertumbuhan Ekonomi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 mencapai 7,07 persen.

Direktur Perencanaan Makro dan Analisis Statistik Kementerian PPN/Bappenas, Eka Chandra Buana buka suara terkait faktor utama atas melejitnya pertumbuhan ekonomi tersebut.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tinggi itu dipengaruhi faktor dari basis pertumbuhan ekonomi yang rendah (low base effect) pada kuartal II-2020 lalu yang terkontraksi dalam akibat dampak pandemi Covid-19.

"Hasil rilis BPS tersebut ekonomi yang tumbuh sebesar 7,07 persen, yang paling penting faktor low base effect yang terjadi. Mungkin di sini karena kita tahun lalu tumbuh cukup rendah, sehingga ada pertumbuhan sedikit menunjukkan pertumbuhan itu naik cukup signifikan," terangnya dalam webinar bertajuk Outlook Perekonomian Global dan Indonesia, Jumat (20/8/2021).

Selain faktor low base, cemerlangnya pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 juga dipengaruhi oleh mulai pulihnya perekonomian global. Hal ini sejalan dengan terus membaiknya kinerja perekonomian dalam negeri.

"Pemulihan ekonomi (dalam negeri) ini terefleksikan dari beberapa indikator ekonomi di semua komponen pengeluaran PDB. Jadi kalau kita lihat pengeluaran PDB tumbuh positif dan ini diikuti juga dari seluruh komponen produksi dari PDB tersebut," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Manfaatkan Momentum

Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Suasana arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (5/11/2020). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49 persen, Indonesia dipastikan resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kali mengalami minus. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Maka dari itu, dia meminta momentum tren pemulihan ekonomi nasional dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pemangku kepentingan terkait maupun masyarakat luas.

Diantaranya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dalam berbagai aktivitas ekonomi maupun sosial dalam upaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi di zona positif.

"Nah ini yang mungkin sebagai pengingat kita tidak boleh lengah dengan angka 7 persen ini," tukasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel