Jangan Malas, Tips Semangat Melamar Kerja Lagi Usai Rehat Panjang

Liputan6.com, Jakarta Saat memutuskan resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan lama, rehat sejenak sebelum memutuskan bekerja di perusahaan baru menjadi pilihan banyak orang. Ya, banyak alasan seseorang untuk melakukan hal demikian.

Salah satu alasannya bisa saja karena sudah jenuh tingkat dewa, sehingga mengambil istirahat beberapa waktu lamanya. Bisa 2 minggu, 1 bulan, bahkan lebih dari itu.

Istirahat panjang ini biasanya digunakan untuk jalan-jalan atau liburan ke destinasi wisata impian, keliling Indonesia, atau mencari pengalaman seru lainnya.

Sah-sah saja. Toh, itu sudah menjadi keputusan. Namun demikian, setelah ‘cuti’ panjang dari pekerjaan, kantong jadi tiris.

Solusinya, kembali mencari pekerjaan baru untuk mengumpulkan pundi-pundi uang lagi. Syukur-syukur, resign setelah mendapat pekerjaan baru.

Hanya saja karena sudah terlanjur libur dalam waktu lama, rasa malas akan menghinggapi. Nah, ini yang harus disiasati agar produktif lagi sewaktu bekerja di kantor baru.

Berikut tips supaya kembali semangat mencari pekerjaan pasca istirahat panjang, seperti dikutip dari Cermati.com:

1. Pikirkan apa yang jadi keinginan

Selesai istirahat panjang, kini saatnya mencari karier baru. Sebelum ‘membabi buta’ menebar lamaran kerja, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu karier seperti apa yang jadi keinginan. Apakah ingin mengejar pekerjaan sesuai passion? Atau yang ingin gajinya lebih besar?

Begitu sudah tahu keingina, melamar kerja akan lebih bersemangat. Apalagi bila kemudian dipanggil untuk wawancara kerja maupun psikotest.

Semua tahapan ini pasti akan dijalani dengan penuh gairah dan percaya diri karena pekerjaan itu memang sesuai dengan harapan.

Dan ketika diterima bekerja, akan mengerjakan tugas dengan enjoy, tanpa ada tekanan atau paksaan, lebih produktif, serta betah di perusahaan tersebut.

2. Tingkatkan skill

Biasanya kalau sudah istirahat panjang, ada saja yang membuat lupa atau tidak update dengan hal-hal baru yang menyangkut keterampilan dan keahlian di bidang. Jadi, bisa mulai meningkatkan keterampilan dan keahlian tersebut.

Caranya dengan ikut seminar, kursus singkat, maupun pelatihan. Tentunya yang ditingkatkan adalah keterampilan dan keahlian di bidang yang kamu geluti. Misalnya kamu di bidang digital marketing, sudah jago soal SEO dan SEM, tapi belum menguasai skill desain.

Tingkatkan keahlian desain, meskipun baru sebatas yang dasar saja. Dengan begitu, punya nilai tambah saat melamar kerja. Pendidikan informal ini bisa kamu masukkan dalam curriculum vitae (CV), beserta lampiran sertifikatnya, sehingga menjadi pertimbangan HRD perusahaan untuk menerimamu bekerja.

3. Perbarui berkas lamaran kerja

Jangan lupa memperbarui berkas lamaran kerjamu, seperti CV, resume, dan portofolio pekerjaan. Jangan gunakan berkas lama, karena akan dianggap sudah tidak relevan atau jadul.

Apalagi jika keterampilan dan keahlian sudah ditambah atau meningkat, itu harus dicantumkan pada berkas lamaran kerja. Cantumkan pula informasi baru yang belum ada di dalam lamaran kerja, seperti jika status sudah menikah, pekerjaan sebelumnya mencakup tugas dan tanggung jawab, dan lainnya.

Desain dan gaya penulisan lamaran kerja juga perlu diubah biar lebih fresh dan kekinian. Jangan monoton dengan gaya jadul. Tujuannya agar menarik perhatian pihak HRD. Karena tak dipungkiri, desain dan gaya penulisan lamaran kerja pun menjadi poin penting yang dilirik HRD.

 

4. Susun rencana kerja

Jangan ikut-ikutan orang banyak, lima hal ini tak perlu kamu cantumkan dalam CV dan surat lamaran kerja. | via: morganmckinley.ie

Tak ada salahnya memikirkan dan menyusun rencana kerja ke depan. Bisa dalam jangka pendek maupun panjang. Misalnya jika diterima bekerja, akan mengembangkan konten melalui media sosial sebagai salah satu ajang promosi dan meningkatkan penjualan.

Ini dapat menjadi bekal saat wawancara kerja nanti. Begitu ditanya pihak HRD atau user, sudah punya jawabannya.

Dengan demikian, perusahaan akan melihat sebagai seseorang yang punya visi misi, dan segala sesuatunya terencana. Bisa jadi poin plus untuk. Jadi lebih percaya diri kan?

5.  Kontak rekan kerja

Resign kerja, kemudian istirahat panjang, jangan sampai merenggangkan hubungan dengan rekan kerja di perusahaan sebelumnya. Pertemanan tetap harus dijaga dengan baik. Ini salah satu menjalin relasi atau networking.

Hubungi kembali teman-teman. Selain untuk mempererat tali silaturahmi, siapa tahu mereka punya informasi lowongan kerja bagus untuk. Pekerjaan yang benar-benar jadi dambaan.

Buang Rasa Malas dan Persiapkan Diri

Istirahat panjang dari pekerjaan boleh-boleh saja. Namun jangan sampai membuat terjebak dalam rasa malas untuk kembali produktif. Ayo semangat lagi mengejar karier yang lebih baik, sesuai dengan mimpimu untuk meraih kesuksesan. Mumpung masih muda, banyak kesempatan di depan mata yang tak boleh dilewatkan.