Jangan Melihat Krisis dari Satu Sisi

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi COVID-19 membuat begitu banyak perubahan maupun situasi-situasi lain yang tidak terduga bahkan tidak terbayangkan sebelumnya. Wabah ini juga memberikan dampak yang besar bagi perekonomian, karena penerapan pembatasan sosial berksala besar (PSBB) sampai pembatasan sosial berskala mikro (PSBM), sehingga banyak sektor bisnis jadi terganggu.

Salah satu sektor yang terimbas pandemi COVID-19 adalah properti. Namun, antisipasi dan berbagai kebijakan pemerintah di seluruh dunia terkait penanganan pandemi berperan penting untuk perkembangan perekonomian negara.

Baca: Startup Indonesia Punya Kelemahan Meski Tumbuh Cepat

Pandemi COVID-19 telah membuat negara-negara secara global terdampak perekonomiannya dan seiring perjalanan waktu beberapa negara yang menerapkan antisipasi maupun kebijakan terbaik bisa bertahan, bahkan mampu meningkatkan perekonomian negaranya di tengah situasi seperti yang tidak terduga ini.

Australia misalnya, merupakan salah satu negara yang cukup sukses menangani pandemi. Negara tetangga Indonesia itu dinilai memiliki fundamental ekonomi yang baik dan politik stabil, berbagai kalangan memprediksinya akan mengalami kenaikan untuk sektor properti hingga double digits dan itu saat yang baik untuk investor kembali masuk.

“Keyakinan pasar kembali menguat setelah melihat keberhasilan Australia dalam mengatasi pandemi COVID-19 yang menjadikan mereka sebagai salah satu negara terbaik dalam menangani wabah ini," kata Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo, Selasa, 27 April 2021.

Selain itu, keyakinan tersebut juga didorong adanya kebijakan Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) yang kembali memotong tingkat suku bunga acuan sehingga menciptakan rekor suku bunga terendah dalam sejarah guna mendorong proses perbaikan ekonomi negeri Kanguru.

Hal ini tentu berdampak pada tingginya kepercayaan bahwa proses perbaikan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dari perkiraan awal. "Dua hal itulah yang awalnya mendorong tingkat keyakinan di pasar sehingga banyak dari para investor yang telah kembali, ditambah tingkat permintaan yang kembali tinggi setelah pandemi melandai," ujarnya.

Tyas menilai wajar proses perbaikan ekonomi diyakini bisa lebih cepat dari perkiraan. Menurutnya, ini adalah waktu yang tepat bagi para investor luar negeri termasuk dari Indonesia untuk kembali masuk membeli properti di Australia.

“Fenomena krisis tidak selalu membawa keburukan, tetapi juga peluang untuk bergerak lebih maju dan tumbuh lebih tinggi. Jadi, jangan melihat dari satu sisi saja," jelas dia.