Jangan Minum Teh Sambil Makan, Ini Alasannya

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mengonsumsi makanan tertentu dengan didampingi minuman teh sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia. Baik itu teh tawar atau teh manis, keduanya dirasa cocok menemani makanan yang kita konsumsi.

Tapi sebaiknya mulai sekarang hentikan kebiasaan ini. Sebab, menurut ahli, konsumsi teh bersama dengan makanan dapat menimbulkan gangguan kesehatan tertentu. Benarkah demikian?

Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc., mengungkapkan, konsumsi teh bersama dengan makanan dapat menghambat penyerapan zat besi di usus.

"Kita harus memahami dan mengetahui senyawa-senyawa apa saja yang dapat meningkatkan penyerapan di saluran cerna. Tentunya kita butuhkan untuk kelompok makanan yang sulit untuk diserap, yaitu makanan-makanan yang berasal dari nabati," ujarnya saat webinar Festival Soya Generasi Maju dan peluncuran Gerakan 3K+ dari SGM, baru-baru ini.

Lebih lanjut, wanita yang akrab disapa Prof. Tati itu mengatakan, meski kita sudah mengetahui bahwa makanan yang mengandung zat heme, lebih mudah diserap dibandingkan dengan makanan yang non-heme, tapi kita perlu mengenali berbagai senyawa yang dapat menghambat penyerapan tersebut.

"Yang sudah diketahui adalah senyawa fitat, yang banyak terkandung di dalam bahan makanan sehari-hari. Sementara senyawa polifenol yang banyak terkandung di dalam sayur dan herbal, misal di dalam teh," kata dia.

"Karena itu, kita dianjurkan tidak mengonsumsi teh bersama dengan makanan, karena dapat menghambat penyerapan zat besi di usus kita," kata Prof. Tati memperingatkan.

Namun, Tati mengungkap, vitamin C malah memiliki fungsi sebaliknya. Menurut dia, vitamin ini sudah terbukti dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

"Bisa dalam bentuk vitamin C yang terkandung dalam bahan makanan atau vitamin C dalam suplemen," tutur Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono.