Jangan Pakai Pasta Gigi, Begini Pertolongan Pertama Luka Bakar

Adinda Permatasari, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemakaian pasta gigi hingga kecap masih kerap dilakukan masyarakat dalam penanganan luka bakar. Padahal, itu hal yang salah untuk dilakukan lantaran dapat memicu dampak buruk pada kulit.

"Enggak boleh pakai pasta gigi, alkohol, kecap. Karena saat luka bakar, ada kerusakan jaringan. Ditambah pasta gigi, alkohol itu, akan jadi tambah rusak (kulitnya)," kata host Hidup Sehat tvOne, dr. Reinita Arlin.

Dokter Reinita mengatakan, luka bakar kerap terjadi di rumah seperti akibat terkena minyak panas saat memasak atau tersetrum listrik. Apalagi, luka bakar biasanya hadir dengan tambahan pembengkakan yang membuat banyak orang mencoba mengatasi sendiri dengan cara salah.

Medical doctor itu pun menuturkan ada beberapa tahapan mudah yang dapat dilakukan saat menangani luka bakar.

Air mengalir

Air mengalir menjadi pilihan utama usai terjadi luka bakar. Dalam tiga jam pertama, alirkan air ke area luka bakar selama 20 menit. Bisa juga sambil digosok agar area tersebut benar-benar bersih.

"Airnya 15 derajat, 20 menit dialiri. Enggak boleh direndam, karena begitu proses penyembuhan, akan lebih bagus pada orang-orang yang diirigasi selama 20 menit terus menerus selama 3 jam pertama," bebernya.

Dengan air suhu 15 derajat, kata dokter Reinita, suhu kulit akan distabilkan usai merasakan panas yang memicu luka bakar. Biarkan air yang sudah dialiri membasahi kulit, tanpa perlu dikeringkan.

Steril

Penanganan luka bakar memiliki prinsip steril, sehingga segera tutupi area luka bakar yang masih basah, dengan kasa steril. Jika tidak ada, boleh gunakan plastik wrap yang kerap dipakai untuk menutupi makanan.

"Pembalutan harus hati-hati, jangan ketat dan melingkar. Karena luka bakar biasanya akan membengakak," jelasnya.

Dengan ditutupi kasa atau plastik wrap, maka kulit yang terbuka itu bisa dilindungi dari udara di sekitar. Sebab, bahaya bakteri dan kuman hingga bisa memicu infeksi.

Obat

Jika terasa nyeri, boleh konsumsi obat dengan kandungan paracetamol atau ibuprofen sebagai pereda nyeri. Setelah itu, boleh mencari salep untuk luka bakar di apotek dan diolesi di bagian yang terkena. Setelahnya, tutup kembali bagian luka dengan kasa atau plastik.

Hindari es batu

Es batu jangan digunakan saat menangani luka bakar. Meski banyak yang berpikir bahwa es batu akan menstabilkan suhu, namun suhu es batu terlalu dingin.

"Penggunaannya justru membuat pembuluh darah mengkerut, padahal kita butuh pembuluh darah bekerja maksimal untuk proses penyembuhan," jawabnya.