Jangan Panik, Ini yang Perlu Dilakukan jika Terinfeksi COVID-19 Tanpa Gejala

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 masih menghantui beberapa negara karena penyebarannya yang belum usai. Orang-orang masih berpeluang terinfeski virus tersebut.

Dalam penyebaran COVID-19, sering kali ditemukan kasus positif tanpa gejala. Kondisi tersebut boleh dibilang cukup ironis karena tubuh tetap sehat, namun ada virus jahat yang mendiaminya.

Beberapa tokoh terkenal, seperti Zlatan Ibrahimovic dan Cristiano Ronaldo terkena virus ini, namun tanpa gelaja. Keduanya harus menjalani isolasi mandiri sembari berkonsultasi dengan dokter terkait bagaimana kesembuhan mereka.

Lantas, bagaimana cara seseorang mengetahui terindikasi virus COVID-19 di dalam tubuhnya atau tidak? Caranya adalah dengan Rapit test dan PCR.

Rapid test adalah cara skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus corona.

Jika hasil rapid test menunjuk positif, perlu melakukan polymerase chain reaction (PCR) yang bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini. Tes PCR inilah yang memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona.

Lalu, langkah apa yang harus Anda lakukan jika tes COVID-19 Anda positif, namun tanpa gejala?

Berikut hal perlu Anda lakukan jika positif COVID-19, namun tanpa gejala, dikutip dari Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kemenkes RI, Sabtu (14/4/2020).

Positif COVID-19 tapi Tanpa Gejala

Ilustrasi Virus Corona. (Bola.com/Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Bola.com/Pixabay)

Jika hasil rapid test dan pcr positif COVID-19, namun tanpa gejala:

1. Artinya tubuh Anda sehat dan kuat melawan virus.

2. Isolasi diri Anda di rumah agar virus tidak tertular ke orang lain.

3. Jangan panik dan tidak perlu pergi ke rumah sakit.

4. Perbanyak konsumsi makanan sehat.

5. Lakukan hal di atas selama minimal 14 hari, karena virus dapat dilemahkan dalam waktu kurang lebih 14 hari.

Sumber: Pusat Krisis Kesehatan (PKK) Kemenkes RI