Jangan Sampai Amputasi, Ini Tips Cegah Luka pada Penderita Diabetes

·Bacaan 1 menit

VIVA – Data statistik menunjukkan, 1 dari 4 penyandang diabetes di Indonesia sudah mengalami luka. Padahal jika ditangani dengan baik, luka pada penderita diabetes bisa dicegah agar tidak mengalami komplikasi berkelanjutan yang berujung pada amputasi.

Spesialis Luka, dr. Adisaputra Ramadhinara, MsC, CWSP, FACCWS, mengatakan, penyandang diabetes memiliki gangguan sensibilitas atau gangguan indra perasa dan peraba, terutama pada bagian kakinya.

"Sehingga seringkali dia merasa baal, tidak merasa kalau terjadi luka atau sesuatu pada kakinya," ujarnya saat media gathering Heartology Cardiovascular Center, yang digelar virtual baru-baru ini.

"Seringkali pasien saya itu karena baal gak berasa kondisi yang disebut dengan neuropati, kerusakan sarafnya, sehingga dia baru sadar kakinya luka itu bukan dari rasa sakitnya tapi saat dia mencium bau gak enak, saat dia jalan ada darah yang netes, ada nanah yang keluar, nah di situlah baru dia sadar," lanjut dia.

Padahal, menurut dokter Adisaputra, kondisi tersebut sudah terlambat. Itulah yang menjadi penyebab mengapa luka diabetes membutuhkan waktu lama untuk sembuh, karena baru diketahui ketika sudah terlambat.

"Beda dengan kita yang sehat saat kita luka, menginjak sesuatu sakit, kita sudah langsung sadar dan langsung diobati atau mencari pertolongan," kata Adisaputra.

Dalam kesempatan itu, Adisaputra turut memberikan tips untuk para penderita diabetes agar jangan sampai terjadi luka, yang berujung pada komplikasi dan amputasi.

"Kita harus membersihkan kaki secara rutin dan memeriksa kaki apakah ada yang aneh, apakah ada luka atau lecet kecil yang takutnya berpotensi menjadi luka yang lebih besar. Kaki harus diperiksa setiap hari," kata dia.

"Selain itu, kita juga harus mengeringkan bagian kaki dengan baik, terutama sela jari. Kemudian apabila perlu memberikan lotion atau pelembap kaki supaya bagian kaki tidak kering. Karena kulit yang kering juga bisa berpotensi menimbulkan luka," ujar dr. Adisaputra Ramadhinara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel