Jangan Sembarangan Jajal Skincare Viral di Media Sosial

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Cerita seorang pengguna TikTok bernama Aurora Garcia jadi satu bukti bahwa Anda tidak bisa sembarangan mencoba produk skincare hanya karena viral di media sosial. Perempuan 20 tahun tersebut baru-baru ini jadi sensai daring setelah membagikan reaksi kulitnya terhadap produk perawatan kulit populer.

Produk yang digunakan Garcia adalah The Ordinary Peeling Solution. Pada Buzzfeed News, dilansir Sabtu (28/8/2021), ia bercerita telah berjuang dengan komedo di hidung dan dagunya untuk sementara waktu.

"Ketika saya melihat The Ordinary Peeling Solution di TikTok, saya memesannya karena sepertinya menarik, mengingat sudah banyak orang mengulasnya," katanya. Setelah menerima produk, Gracia melakukan patch test di area pipi atas.

Produk tersebut dibiarkan selama sekitar lima menit, dengan hasil akhir tidak memberi sensasi kesemutan atau reaksi apa pun pada kulitnya. Ia kemudian memutuskan mengaplikasikan produk ke area wajahnya yang bermasalah, yaitu T-Zone.

Sehari setelah digunakan, Garcia mulai melihat benjolan mirip jerawat kecil muncul di dagunya. Ia juga mengaku mengalami sensasi tegang dan terbakar di area tersebut. Selain Peeling Solution, ia juga memakai produk Niacinamide, Hyaluronic Acid, dan pelembap topikal merek tersebut setelah melihatnya diulas berkali-kali di media sosial.

Namun, setelah melihat benjolan tersebut, ia langsung berhenti menggunakan semua produk perawatan kulit di wajahnya. "Pada hari ketiga, benjolan yang menutupi dagu saya semakin banyak. Pada titik ini, rasa sakitnya mungkin sekitar (skala) lima," ceritanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kondisi Kulit Memburuk

Ilustrasi jerawat. Sumber foto: pixabay.com/Kjerstin Michaela Haraldsen.
Ilustrasi jerawat. Sumber foto: pixabay.com/Kjerstin Michaela Haraldsen.

Seiring berjalannya waktu, rasa sakitnya semakin parah. "Saya tidak bisa makan, saya hampir tidak bisa membuka mulut, dan saya harus memakaikan kapas di atasnya," katanya.

Ia memutuskan pergi ke pusat Urgent Care. Ia kemudian diberitahu menderita impetigo, diberi antibiotik dan salep. "Namun, saya telah menerima banyak pesan dari orang-orang yang mengatakan bahwa itu pasti dermatitis perioral," jelasnya.

Kondisi kulit Gracia terus memburuk, dan ia mulai mengalami iritasi di sekitar mata, jadi ia kembali menemui dokter. Lagi, ia didiagnosa dengan impetigo. "Saya selalu memiliki kulit sensitif, tapi saya tidak pernah mengalami hal gila ini," ujarnya.

Tanggapan Dokter Kulit

ilustrasi jerawat/freepik
ilustrasi jerawat/freepik

Dr. Joyce Park, dokter kulit bersertifikat dan penggagas Tea with MD, menjelaskan penting untuk mengingat bahwa kulit setiap orang berbeda, baik secara sensitivitas maupun tingkat toleransi, terhadap bahan aktif. Jadi, hanya karena satu produk bekerja untuk satu orang atau influencer, itu tidak berarti berlaku bagi semua orang.

"The Ordinary's Peeling Solution bukanlah produk yang buruk, hanya saja tidak ideal untuk setiap jenis kulit," katanya. Ia menjelaskan bahwa Garcia harusnya membiarkan produk berada di area patch test selama 24 jam penuh, bukan lima menit.

"Jika Anda mulai mengalami rasa terbakar atau kesemutan yang tidak nyaman, bersihkan produk. Sedikit kesemutan normal akibat persentase asam yang tinggi, tapi seharusnya tidak menyakitkan," paparnya.

"Jika mulai terlihat kemerahan, Anda mungkin mengalami dermatitis kontak alergi atau dermatitis kontak iritan pada bahan-bahannya, dan saya sarankan Anda menemui dokter kulit untuk evaluasi. Namun, jika Anda mengalami luka terbuka dan pengerasan kulit, itu adalah tanda potensi infeksi," tambahnya.

Dr. Park mengatakan ia sangat merekomendasikan Gracia untuk segara menemui dokter kulit.

Infografis 5 Tips Cegah Jerawat Saat Pakai Masker COVID-19

Infografis 5 Tips Cegah Jerawat Saat Pakai Masker Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis 5 Tips Cegah Jerawat Saat Pakai Masker Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel