Jangan Sia-siakan Potensi Talenta Digital Indonesia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah menargetkan bisa mencetak 600 ribu talenta digital per tahun. Hal ini diharapkan bisa dilakukan selama 15 tahun ke depan, sehingga Indonesia akan memiliki 9 juta sumber daya manusia (SDM) yang dapat menguasai ruang digital untuk berbagai kegiatan produktif.

Laporan East Ventures Digital Competitiveness Index (EVDCI) menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu bekerja ekstra keras, terutama dalam meningkatkan daya saing digital, yang dalam hal membangun talenta digital yang terampil, cekatan, dan berwawasan dalam mengembangkan kewirausahaan.

Senada dengan pemerintah, studi yang dilakukan oleh Tan and Tang dan disadur dalam Laporan Bank Dunia ini menyebutkan Indonesia membutuhkan rata-rata 600 ribu sumber daya manusia (SDM) digital setiap tahunnya.

“Saat ini kita hanya memiliki 1,1 juta talenta digital. Padahal butuhnya 9 juta untuk eksis di bidang digital. Jadi ini harus ditingkatkan 9 kali lipat,” kata Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Informatika, Hary Budiarto, Jumat, 27 Agustus 2021.

Sementara itu, Wakil Presiden dan Direktur Pelaksana Industri Perangkat Lunak Digital Siemens untuk Asia Tenggara, Alex Teo, mengatakan transformasi digital membantu masyarakat dan bisnis untuk menemukan peluang usaha baru di era ekonomi dunia berbasis pengetahuan.

Ia menyebut Indonesia memiliki peluang besar untuk menempatkan posisinya lebih baik lagi, khususnya sumber daya manusia yang berbasis ilmu pengetahuan. Contohnya, Mendix Virtual Hackathon 2021 yang diselenggarakan oleh Mendix dan Siemens Digital Industries Software.

Kompetisi ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan PT ACA Pacific Indonesia, PT Optima Cipta Guna Indonesia, PT Soltius Indonesia, dan PT Solusi Kode Indonesia.

Informasi saja, Mendix merupakan satu-satunya platform yang memenuhi semua elemen spektrum pengembangan berbasis aplikasi. Platform berteknologi low-code dari Siemens Digital Industries Software itu juga dapat digunakan secara kolaboratif dari berbagai macam keahlian profesional yang ingin mengembangkan idenya menjadi solusi.

"Mendix Hackathon juga memperkuat komitmen untuk mendukung talenta digital Indonesia, sekaligus bukti nyata Mendix dapat mempercepat proses pengembangan ide dalam mencapai suatu tujuan. Mendix juga dapat mendukung sistem pengembangan e-Goverment Indonesia menjadi lebih baik lagi,” tutur Teo.

Dalam kompetisi tersebut para peserta diminta untuk membuat prototype aplikasi menggunakan Mendix. Aplikasi yang diciptakan oleh para talenta digital nantinya diharapkan dapat mendukung kinerja pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 di industri alat kesehatan, farmasi, dan rumah sakit.

Lalu, keluarlah 3 tim yang berhak menjadi pemenang kompetisi. Juara 1 diraih oleh Gardyan Priangga A., Ardimas Andi P., dan Nunung Nurul Q. dengan aplikasi “NuMed” yang berhak atas hadiah 1 unit laptop dan 1 unit smartphone.

Juara II diraih oleh Gema Pratama P. dan Michael Sugiarto dengan aplikasi “Covid Club” yang berhak atas hadiah 1 unit laptop dan hadiah berupa e-voucher senilai Rp1,5 juta. Juara ketiga diraih oleh Jeni Kasturi, M Azka Aulia, Tiara Zilzaha AA dengan aplikasi “Cubic Heart” yang berhak atas hadiah 1 unit laptop.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel