Janggal Pasal Pembunuhan untuk Bharada E, Ada Pelaku Lain?

Merdeka.com - Merdeka.com - Bharada E ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan Brigadir J. Dia dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

"Penyidik menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 KUHP jo 55 dan 56 KUHP," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (3/8) malam.

Bharada E adalah orang yang menembak Brigadir J hingga tewas di rumah Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo. Motif sebenarnya kasus tersebut masih misterius.

Keluarga Irjen Ferdy Sambo menyebut, Brigadir J melakukan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo. Namun, keluarga Brigadir J mengungkap fakta dan kecurigaan lain. Bahwa ajudan Ferdy tersebut dibunuh.

Misteri kasus polisi tembak polisi mulai menemui titik terang. Terlebih, Bharada E dijerat pasal 338 KUHP.

Pasal yang Digunakan

Bunyi Pasal 338 KUHP berbunyi, "Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun."

Pasal tersebut juga dikaitkan dengan Pasal 55 dan pasal 56 KUHP yang berbunyi,

Pasal 55

(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:
1. mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;
2. mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

Pasal 56

Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

Ada Pelaku Lain?

Dalam kasus di rumah Irjen Ferdy Sambo, Andi Rian menegaskan, Bharada E tidak dalam kapasitas membela diri. Karena itu dijerat pasal pembunuhan.

"Pasal 338 jo 55 dan 56 KUHP, jadi bukan bela diri," kata Andi.

Pakar Hukum Pidana Mudzakir memiliki sejumlah dugaan dalam pasal yang disangkakan kepada Bharada E. Menurut dia, terdapat tiga kemungkinan.

Pertama, Bharada E sebagai pelaku eksekutor atas niat jahat 'orang lain'. Kemungkinan kedua, Bharada E pelaku peserta bersama 'pelaku lain’.

Terakhir, Bharada E sebagai pelaku utama dan terdapat pelaku lain yang digerakkan olehnya. Hingga saat ini belum ada pemeriksaan terhadap calon tersangka lain.

Sebagai ahli hukum, Mudzakir tak bisa memahami alasan penggunaan Pasal 55 dan 56 KUHP secara bersamaan. Sebab menurutnya, terdapat perbedaan unsur antara kedua pasal tersebut.

"Biasanya kalau sudah gunakan pasal 55 KUHP tidak gunakan Pasal 56 KUHP karena unsurnya berbeda. Sebaliknya, tidak gunakan Pasal 55 KUHP kalau sudah terapkan Pasal 56 KUHP," terangnya.

Pasal 55 KUHP mengatur mengenai pelaku tindak pidana. Sedangkan pasal 56 KUHP mengatur tentang pembantu kejahatan.

"Ada apa dengan penyidikan dalam kasus matinya Brigadir J? Kok pasal yang tidak biasanya disangkakan menjadi disangkakan," curiga Mudzakir. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel