Jangkau Wilayah 3TP, Trayek Kapal Perintis Tambah Tahun Ini

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkomitmen dan menjamin kelancaran konektivitas nasional. Ini demi menjangkau kawasan Tertinggal, Terluar, Terdepan dan Perbatasan (3TP).

Komitmen salah satunya melalui keberadaan kapal perintis. Tercatat jika pada 2021, terdapat peningkatan jumlah rute/trayek dibanding tahun 2020.

Pada tahun 2021 sebanyak 118 rute kapal perintis beroperasi di lautan Indonesia, atau naik 8 rute/trayek dari tahun 2020 yang sebanyak 110 rute /trayek.

"Pada Propinsi Nusa Tenggara Timur terdapat penambahan 1 trayek begitu juga pada Propinsi Papua yang terdapat penambahan 1 trayek," jelas Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Antoni Arif Priyadi dalam keterangannya, Senin (22/2/2021).

Dia mengatakan, demi mewujudkan wawasan Nusantara, maka transportasi laut menjadi salah satu sarana dalam rangka mempersatukan Indonesia yang penuh dengan keberagaman, baik keberagaman agama, suku, budaya, ras maupun bahasa.

Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote.

"Untuk menjangkau pulau-pulau kecil dan memenuhi kebutuhan akan transportasi penduduk, maka disamping kapal perintis kami juga mengoperasikan kapal perintis rede yang dapat berlayar pada perairan dangkal dan pelabuhan yang belum memiliki fasilitas yang memadai untuk disandari oleh kapal perintis dan kapal tol laut. Rute kapal perintis rede terintegrasi dengan rute kapal perintis," tutur dia.

Ia menambahkan bahwa ribuan pulau yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dihuni oleh penduduk yang beragam suku, agama, ras maupun bahasa itu perlu dijembatani dengan infrastruktur konektivitas yang memadai. Disamping juga menghubungkan daerah yang maju ke daerah yang belum maju.

Menurut Capt. Antoni untuk ini transportasi laut selain menjadi simpul konektivitas antar pulau juga merupakan penghubung serta menjadi urat nadi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di seluruh pelosok Indonesia.

Sementara itu, Kasubdit Angkutan Laut Dalam Negeri, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Medy Purwanto menjelaskan program angkutan printis ini menjadi penghubung ribuan pulau yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia dihuni oleh penduduk yang beragam suku, agama, ras maupun bahasa, perlu dijembatani dengan infrastruktur konektivitas yang memadai.

"Disamping juga menghubungkan daerah yang maju ke daerah yang belum maju. Transportasi laut selain menjadi simpul konektivitas antar pulau juga merupakan penghubung serta menjadi urat nadi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di seluruh pelosok Indonesia," katanya.

Daerah terpencil

Kapal Perintis Sabuk Nusantara 88.
Kapal Perintis Sabuk Nusantara 88.

Medy juga menjelaskan contoh operasional angkutan kapal perintis dan rede pada daerah terpencil di Larantuka dan Deri, Nusa Tenggara Timur.

Untuk rute tersebut terdapat Kapal Perintis KM. Sabuk Nusantara 108 dengan spesifikasi 2000 GT dengan kapasitas penumpang 466 orang, kapasitas ruang muat 100 ton dengan rute pelayaran : Kupang - 64 - Naikliu - Mananga - Lewoleba - Balauring - Baranusa - Kalabahi - Atapupu - Kalabahi - Baranusa - Balauring - Lewoleba - Mananga – Naikliu – Kupang.

"Dan untuk menjangkau daerah Larantuka dan Deri, kami mengoperasikan Kapal Rede KM. Gandha Nusantara 14 dengan spesifikasi Kapasitas Penumpang 58 orang, Kapasitas Ruang Muat 10 ton dengan rute pelayaran : Lewoleba - Deri -Larantuka - Deri - Lewoleba. Pada tahun 2020 terdapat perjalanan orang menggunakan kapal rede dari larantuka sebanyak 2966 Orang," katanya.

Medy juga menegaskan dalam operasional pihaknya sangat memperhatikan aspek keselamatan, Kapal Penumpang baik Kapal Perintis maupun Kapal Rede melaksanakan Docking Kapal satu kali setiap tahunnya.

Sedangkan pada Masa Pandemi Covid ini, diatas kapal juga dilakukan Protokol Covid Kesehatan juga menjadi hal yang wajib dilaksanakan di atas kapal.

Saksikan Video Ini