Janji CEO PTPN V Maksimalkan Pengusaha Sawit Bangun Riau

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Chief Executive Officer (CEO) PT Perkebunan Nusantara V Jatmiko K Santosa terpilih memimpin Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Riau periode 2021-2025. Orang nomor satu di PTPN V ini terpilih secara aklamasi untuk menggantikan Plt Ketua Gapki sebelumnya, Lichwan Hartono.

Usai terpilih dalam Musyawarah Cabang Gapki Riau ke VI di Kota Pekanbaru ini, CEO PTPN V Jatmiko menyatakan komitmennya memajukan Gapki melalui soliditas antar anggota.

"Terimakasih kepada Ketua dan pengurus Gapki Cabang Riau periode 2017-2020 yang menurut kami sudah luar biasa memimpin Gapki dimasa-masa sulit," kata Jatmiko, Rabu petang, 16 Desember 2020.

Jatmiko menjelaskan, anggota Gapki saat ini belum mewakili luasan kebun sawit di Riau. Oleh karena itu, Jatmiko berharap bisa menarik pengusaha kelapa sawit di Bumi Lancang Kuning untuk bergabung.

"Tentu kita harus mampu menunjukkan adanya nilai tambah jika bergabung dengan Gapki," kata Jatmiko.

Untuk mewujudkannya, Jatmiko menyiapkan program kerja penting dalam memajukan Gapki serta memberikan kontribusi positif bagi seluruh stakeholders dan negara. Dia menempatkan akselerasi program peremajaan sawit rakyat (PSR) menjadi poin utama.

"Ini bukan hanya pengabdian, tapi juga manfaat buat petani dan merupakan peluang dalam supply chain serta membesarkan industri sawit secara keseluruhan," jelasnya.

Jatmiko juga menyampaikan dukungan kepada Gapki Pusat dalam memberikan masukan dan saran kepada pemerintah atas aturan perundang-undangan yang berkaitan dengan industri. Untuk itu menurutnya, Gapki Cabang Riau perlu bersinergi dengan pemerintah daerah.

"Kita akan mengawal peraturan-peraturan daerah yang menjadi turunan dari aturan pusat tersebut," jelasnya.

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Maksimalkan CSR dan PSR

Selain program-program tersebut, Jatmiko turut menyatakan ke depan Gapki akan terus proaktif dalam penetapan harga tandan buah segar (TBS) sawit di sesuai dengan Pergub yang akan disahkan. Terutama terkait penetapan harga TBS sawit mitra swadaya.

"Kemudian mengkoordinir bantuan dari anggota Gapki melalui program CSR untuk penanganan pandemi Covid-19 di Cabang Riau," katanya.

Selanjutnya, pria yang sukses menyabet penghargaan Top CEO in Digital Transformation for Agro Palm Oil Industri 2020 turut fokus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan bersama pemerintah provinsi Riau secara berkelanjutan.

"Kami juga berkomitmen mendorong seluruh anggota Gapki dalam penerapan sertifikasi ISPO dan RSPO," ujarnya.

Diwaktu yang sama, Ketua umum Gapki Joko Supriyono secara virtual menyebutkan bahwa sudah waktunya Gapki Riau muncul di kancah nasional.

"Sebagai provinsi dengan perkebunan sawit mencapai 3,4 juta hektare, Riau menjadi andalan Indonesia, terutama dari sisi devisa yang kini berhasil menjaring USD 15 miliar melalui ekspor produk kelapa sawit," jelasnya.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa masih cukup banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Gapki. Salah satunya terkait program PSR.

Untuk itu, dia berpesan agar program PSR yang telah diusung PTPN V dapat ditularkan ke seluruh anggota Gapki yang terdiri dari beragam perusahaan sawit di Bumi Lancang Kuning.

"Saya berharap agar program PSR dipercepat. PTPN V yang telah melaksanakan PSR agar dapat menularkan apa yang telah dilakukan. Untuk itu, lakukan sinergi dengan multi stakeholders, terutama pemerintah provinsi dan kabupaten agar terus ditingkatkan," imbuhnya.

Simak juga video pilihan berikut ini: