Janji Jokowi Selamatkan Industri Film Tanah Air

Tasya Paramitha, Nuvola Gloria
·Bacaan 2 menit

VIVA – Belum lama ini para insan film Indonesia ramai-ramai mengirimkan surat terbuka secara online kepada Presiden Joko Widodo dan menyatakan harapan mereka agar industri film bisa bangkit kembali setelah tumbang akibat pandemi COVID-19 selama setahun.

Hari ini, Rabu, 10 Maret 2021, sejumlah aktor dan sineas pun mengunjungi Istana Negara dalam rangka memenuhi undangan Jokowi. Mereka adalah Raffi Ahmad, Lukman Sardi, Reza Rahadian, Gina S Noer, Manoj Punjabi, Joko Anwar, Shanty Harmayn, Marcella Zalianty, Chand Parwez dan Dian Sastrowardoyo.

Dalam keterangan resminya yang diterima VIVA, Presiden Jokowi menerima dan menyambut baik permintaan baik mereka untuk menyelamatkan industri film Tanah Air.

Sebagai informasi, para pelaku industri film yang terdiri dari produser film, sutradara, aktor, pemilik bioskop dan pengurus asosiasi serta Badan Perfilman Indonesia mengajukan lima permintaan ke istana.

Klik halaman berikutnya untuk melanjutkan.

Di antaranya adalah stimulus untuk distribusi film lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mekanisme yang transparan. Kemudian kampanye 'Kembali Menonton di Bioskop' yang berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan dan Satgas COVID-19.

Permintaan ketiga adalah keringanan pajak hiburan atas bisnis film Indonesia. Lalu, diberikannya langkah cepat, nyata dan tegas dalam memberantas pembajakan film, dan terakhir percepatan vaksinasi bagi para pekerja industri film.

Presiden Joko Widodo sendiri menyatakan akan segera berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa kementeriannya akan melakukan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental sustainability) untuk bioskop.

Sedangkan untuk menangani pembajakan, Jokowi berjanji akan segera membuat satuan kerja yang merupakan gabungan antara Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui berita selengkapnya.

Untuk vaksinasi, Menteri Sandiaga Uno sedang melakukan pendataan hingga 14 Maret 2021. Dia berkoordinasi dengan Badan Pefilman Indonesia (BPI) dan vaksinasi disebut bisa dimulai di awal April 2021.

"Segenap pekerja film berterima kasih atas respons cepat Bapak Presiden, Menparekraf dan jajaran Kabinet Indonesia Maju. Semoga setiap langkah konkret koordinasi pemerintah pusat, daerah dan pelaku industri akan mengembalikan film Indonesia kembali berjaya di bioskop dan menempati hati penonton tercintanya," kata Chand Parwez selaku ketua Badan Perfilman Indonesia.

"Bagi kami film Indonesia adalah bakti kami untuk negeri dan kami siap bekerjasama serta menyiapkan langkah konkret dan strategi yang matang bersama pemerintah," ucapnya menambahkan.

Disebutkan pula bahwa kerugian penerimaan pajak dari penonton bioskop mencapai Rp1,5 triliun dan pendapatan tidak langsung bioskop Rp1,2 triliun. Adanya platform distribusi secara streaming pun belum dapat menopang industri, dan nilai pembelian film belum dapat menutup biaya produksi. Terutama untuk film berbujet besar.

"Film bukan hanya merupakan komoditas hiburan, tapi juga membawa wajah Indonesia ke dunia internasional. Secara potensi, industri film Indonesia dengan keberagaman budaya dan jumlah penduduk Indonesia sebagai pasar utama sangatlah besar dan karenanya sangat layak untuk diselamatkan," kata Shanty Harmayn, salah satu produser film Tanah Air.