Janji Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Polisi Akan Tegas dan Humanis

Dusep Malik, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji membuat transformasi organisasi setelah dirinya baru dilantik, di Istana Negara, Jakarta, hari ini. Sebagaimana tercantum dan sudah dipaparkan ketika uji kelayakan dan kepatutan di parlemen, Sigit ingin melakukan transformasi dimulai dari potret masyarakat terhadap korps Bhayangkara.

"Ke depan kami berangkat dari potret Polri di mata masyarakat. Dan apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap Polri. Tentunya bagaimana menampilkan polri yang tegas, namun humanis. Bagaimana menampilkan Polri mampu memberikan pelayanan publik yang baik. Bagaimana kita memberikan pelayanan secara transparan dan bagaimana kita mampu memberikan penegakan hukum berkeadilan," kata Sigit usai dilantik, Rabu, 27 Januari 2021.

Sigit menuturkan, transformasi ini merupakan komitmennya menjadi orang nomor satu di Gedung Trunojoyo, kantor pusat atau Markas Polisi RI.

Terkait hal-hal kegiatan, kata bekas ajudan Presiden Jokowi ini, dia juga telah merencanakan transformasi di empat bidang dengan rencana aksi di 16 program kegiatan. "Tentunya menjadi tugas kami ke depan," kata dia.

Adapun slogan yang digaungkan Sigit adalah Polisi Presisi. Presisi yang dimaksud adalah prediiktif, responsibilitas, transparansi berkeadilan. Sementara terkait tranformasi terdiri dari transformasi organisasi, transformasi operasional, transformasi pelayanan publik, dan transformasi pengawasan.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua LPSK RI, Maneger Nasution menyebut banyak pekerjaan rumah (PR) yang menunggu Sigit. Terlebih, sejak awal penunjukan Listyo sebagai calon tunggal Kapolri memicu pro-kontra di masyarakat.

“Ada pihak mempertanyakan alasan di balik keputusan Presiden Jokowi. Selain tak ada tandingan, sosok Listyo yang terbilang muda juga menjadi sorotan. Dari lima nama Jenderal yang diajukan Kompolnas ke Presiden Jokowi, Listyo merupakan Jenderal termuda,” kata Maneger kepada media melalui keterangannya, Rabu, 27 Januari 2021.

Maneger lebih jauh mengungkapkan, Sigit telah melangkahi dua angkatan setelah kapolri Jenderal Idham Azis, yang merupakan Akpol Angkatan 1988.

“Ada yang menilai, keputusan Jokowi memilih Komjen Listyo juga memunculkan prediksi dan spekulasi. Pasalnya, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini dinilai tak memiliki prestasi gemilang. Selain itu, perwira ini juga bukan lulusan terbaik Akademi Kepolisian,” kata dia.

Bahkan ada dugaan kuat, menurut Maneger, Jokowi memilih Listyo karena faktor kedekatan. Listyo pernah menjadi Kapolres Surakarta saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.

“Selain itu, mantan Kapolda Banten ini juga pernah menjadi ajudan Jokowi saat menjadi presiden di periode pertama,” ujarnya.

Baca juga: Listyo Sigit Resmi Jadi Kapolri, Kini Berpangkat Jenderal