Jantung Tertua di Dunia Ditemukan

Merdeka.com - Merdeka.com - Peneliti menemukan jantung tertua di dunia berumur 380 juta tahun dalam fosil ikan prasejarah. Fosil yang berasal dari ikan Gogo itu ditemukan dalam bentuk sempurna di bebatuan besar di wilayah Kimberley, Australia Barat.

Pemimpin penelitian, profesor Kate Trinajstic dari Universitas Perth mengungkapkan dia dan peneliti lain terkejut karena berhasil mendapatkan temuan terbesar dalam hidup mereka.

"Kami berkerumun di sekitar komputer dan menyadari bahwa kami memiliki jantung dan hampir tidak bisa mempercayainya! Itu sangat mengasyikkan," ujar profesor Kate seperti dilansir BBC, Jumat (16/9).

Bukan hanya jantung, namun hati, lambung, dan usus juga ditemukan pada fosil ikan itu dalam keadaan sempurna. Menurut tim peneliti, kandungan mineral di formasi batuan Gogo berperan mengawetkan organ-organ itu.

Temuan baru ini diyakini mampu membuka pemahaman baru akan evolusi di semua makhluk hidup bertulang belakang, termasuk manusia.

"Ini adalah momen penting dalam evolusi kita sendiri," kata Profesor Kate.

"Ini menunjukkan rancangan tubuh bahwa kita telah berevolusi sangat awal, dan kita melihat ini untuk pertama kalinya dalam fosil-fosil ini," lanjut dia.

Profesor John Long dari Universitas Flinders Adelaide mengungkapkan temuan ini adalah “temuan besar dan mencengangkan”.

"Kami belum pernah tahu apa-apa tentang organ lunak hewan setua ini, sampai sekarang," ujar dia.

Temuan itu menunjukkan jantung ikan Gogo lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya. Ikan itu memiliki dua ruang dalam jantung dan strukturnya yang mirip dengan jantung manusia. Letak jantung itu juga memberikan ruang bagi perkembangan paru-paru.

Ikan Gogo yang ada di kelas ikan plakodermi (spesies ikan berperisai) juga memiliki rahang, gigi, dan panjang yang kurang dari 30 centimeter. Menurut peneliti, ikan itu berubah dari perenang lambat menjadi predator yang berenang cepat.

Spesies ikan plakodermi menguasai lautan selama 60 juta tahun, bahkan ikan itu sudah muncul 100 juta tahun sebelum dinosaurus.

Dr Zerina Johanson dari Museum Sejarah Nasional London mengungkapkan temuan ini juga dapat membuka pemahaman baru akan tubuh manusia.

“Ada banyak hal yang terjadi di plakodermi ini yang kita lihat berkembang menjadi diri kita sendiri saat ini seperti leher, bentuk dan susunan jantung serta posisinya di dalam tubuh,” ujar dia.

“Ikan yang saya dan rekan saya pelajari adalah bagian dari evolusi kita. Ini adalah bagian dari evolusi manusia dan hewan lain yang hidup di darat dan ikan yang hidup di laut saat ini,” lanjutnya.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]