Januari lalu, Ustaz Jeffry pernah ceramah soal ditabrak motor

MERDEKA.COM. Meninggalnya Ustaz Jeffry Al Buchori masih menyisakan kesedihan mendalam. Bukan hanya bagi keluarga, tapi segenap umat Islam turut bersedih karenanya.

Sebelum meninggal, Uje, begitu dia disapa, rupanya telah memberikan isyarat saat berdakwah. Di balik keceriaan dan shalawat nabi yang kerap dilantunkannya dalam berdakwah, ada pesan kematian dirinya. Pesan kematiannya itu dia sampaikan saat Tabligh Akbar di Masjid Agung Garut beberapa waktu lalu.

Berikut petikan dakwahnya:

"Yang namanya manusia sama anak kecil enggak ada bedanya, anak-anak ketika diberi mainan, lupa! disuruh makan enggak mau, disuruh mandi enggak mau. Akhirnya mainannya direbut, begitu direbut nangis enggak? marah enggak sama yang merebut?

"Kita diberikan mainan oleh Allah dalam hidup diberikan istri, seorang istri diberikan suami. Mereka bernikmat-nikmat dengan mainannya, mereka lupa dengan Allah SWT. Sehingga Allah mengambil satu cara supaya hamba yang diciptakaNya, dihidupkanNya ingat kepada Allah. Mainannya diambil Allah, terserah bagaimana caranya Allah"

"Kadang-kadang, cara Allah suka kita enggak terima, barusan habis ngobrol sama suami enak, tiba-tiba ada telepon dari kantor polisi"

"Ibu punya suami namanya Jepri?"

"Ya kenapa?"

"Sekarang di rumah sakit."

"Jepri ya bukan Jeffry. Pakai P kan di Sunda"

"HAH! kenapa?"

"Tabrakan sama ojek, 40 ojek nabrak!"

"Sakaratul maut, enggak terima sama Allah, marah dengan Allah bukan makin dekat justru malah mencaci maki Allah. Ini bahaya!"

"Tadinya saya pengen naik motor ke sininya. Sama abang saya enggak boleh, karena abang saya sayang sama saya akhirnya naik mobil deh (tertawa)."

Pesan itu dia sampaikan sembari menyelipkan beberapa candaan bahwa yang diceritakan bukan Jeffry dirinya (sambil menunjuk) tapi Jepri, orang lain.

Ceramah itu dilakukan pada 18 Januari 2013. Kini, cerita dalam ceramah Jeffry menjadi kenyataan. Uje meninggal dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda motor di kawasan Pondok Indah, Jumat (26/4).

Di akhir ceramahnya, Uje berpesan agar setiap orang bisa lapang dada saat ditinggal mati oleh orang yang dicintai. Sebab, kematian adalah takdir Allah.

Berikut video ceramah Uje selengkapnya:

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.