Jarang Diketahui, Inilah 5 Manfaat Tantrum bagi Anak

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Tantrum adalah kondisi di mana anak meluapkan emosinya dengan cara menangis histeris, mengamuk, atau membuat kekacauan dengan melemparkan barang-barang. Amukan pada anak sering kali dianggap sebagai sebuah masalah yang harus dihindari, padahal ini adalah bagian dari perkembangan anak yang normal.

Walaupun sering membuat kewalahan, ternyata tantrum bisa menjadi bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan emosional anak dan orangtua harus belajar agar lebih tenang dalam menghadapi situasi seperti itu.

Berikut ini adalah beberapa manfaat tantrum bagi anak yang jarang diketahui, Langsung saja, simak ulasan berikut ini.

Membuat Suasana Hatinya Menjadi Lebih Baik

Air mata mengandung kortisol, hormon stres. Jadi, saat anak menangis itu akan membantunya melepaskan stres dari tubuh. Air mata juga mampu menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

Orangtua mungkin bisa memerhatikan saat anak menangis atau mengamuk, namun setelah itu semua berakhir suasana hatinya berubah jauh lebih baik.

Membantu Anak Lebih Berkonsentrasi

Ilustrasi Anak Mengalami Tantrum Credit: unsplash.com/Lily
Ilustrasi Anak Mengalami Tantrum Credit: unsplash.com/Lily

Anak-anak yang sering mengamuk mungki dikarenakan ia merasa terjebak, misalnya seperti tidak bisa menyelesaikan permainan yang ia sukai dengan baik atau kesulitan dalam mempelajari sesuatu.

Dengan anak mengamuk dan mengungkapkan rasa frustrasinya akan membantu mereka menjernihkan pikiran, sehingga mereka bisa membangun fokus untuk melanjutkan aktivitasnya.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa, agar pembelajaran berlangsung dengan baik seorang anak harus bahagia dan rileks, dan mengungkapkan kekesalan emosional adalah bagian dari proses ini.

Tidur Lebih Nyenyak

Orangtua mungkin sering kali menghindari agar anak-anak tidak mengamuk dan menganggap hal itu akan emmbuata anak merasa lebih tenang. Padahal, emosi terpendam seorang anak bisa meluap saat otaknya sedang istirahat dan justru akan membuatnya semakin susah tertidur.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga terbangun karena stres atau berusaha memproses sesuatu yang terjadi dalam hidup mereka. Membiarkan anak mengakhiri amukannya akan meningkatkan kesejahteraan emosionalnya dan dapat membantunya tidur sepanjang malam.

Lebih Mudah Mengekspresikan Perasaanya

Mengatasi anak tantrum./Copyright shutterstock.com
Mengatasi anak tantrum./Copyright shutterstock.com

Tantrum pada naka mungkin dirasa sebagai masalah yang besar, padahal tidak selalu seperti itu. Orangtua mungkin menganggap bahwa anak-anak yang mengamuk sebagai cara manipulatif agar mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Mungkin sering kali anak menerima penolakan dan amukan adalah ekspresi dari perasaannya terhadap hal itu. Membiarkan mereka meluapkan kesedihan atau kekecewaanya terhadap sesuatu akan semakin membantu mereka agar lebih mudah menceritakan apa yang mereka rasakan atau alami.

Membentuk Kedekatan Emosional Anak dan Orangtua

Anak yang tengah marah mungkin akan membuatnya terlihat seperti tidak menghargai orangtua, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Ia hanya ingin meluapkan perasaanya dan bantulah ia mencernanya dengan baik.

Tetaplah berada di sampingnya dan tawarkanlah pelukan yang hangat. Anak akan menyerap kasih sayang dengan lebih emosional dan perlakuan seperti itu akan membuatnya merasa lebih dekat dengan orangtua.

#ElevateWomen