Jarang Diperhatikan, Melindungi Leher Saat Naik Gunung Ternyata Penting

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bandung - Persiapan punya peranan 90 persen dalam kesuksesan petualangan luar ruang, seperti naik gunung, menurut Ramon Y. Tungka. Kesuksesan di sini indikatornya adalah bisa kembali pulang dengan selamat. Karenanya, memahami seluk-beluk persiapan berperanan sangat krusial.

Salah satu komponennya adalah memerhatikan pendukung keselamatan dari kepala sampai kaki. Sementara bagian lain sudah mulai familiar, brand ambassador Eiger Adventure ini mencatat bahwa melindungi leher dengan bandana juga tak kalah penting.

"(Bandana) leher ini fungsinya, satu, misalnya debu, itu bisa langsung dipakai," katanya saat ditemui di Bandung, Jawa Barat, awal pekan ini. "Sekarang mungkin bisa pakai masker, tapi kami sudah mengenakan bandana dari dulu."

Kemudian, saat dingin, bandana di leher ini bisa mencegah tubuh terlalu kedinginan. "Karena pakai jaket saja masih kadang kedinginan, makanya pakai bandana juga. Itu bahkan bisa dipakai sampai menutupi telinga, hidung (membuat leher tertutup sepenuhnya)," tuturnya.

"Bandana tradisional yang bentuknya segitiga, tidak banyak orang tahu, kalau di medan yang panas sekali, saya akan basahi bandana. Ikat di sini (leher)," tuturnya, menambahkan bahwa bandana yang basah tersebut juga bisa dipakai di kepala.

"Kadang di tempat panas, kepala kita ikut panas. Emosi, psikologi terganggu. Once psikologi terganggu, itu akan berpengaruh pada perjalanan. Makanya itu (bandana) ditaruh di sini (leher). Sebab, kalau kata beberapa pelatih saya, emosi naik dari bawah ke atas. Sebelum naik ke kepala, ditahan di sini (leher)," papar Ramon Y. Tungka.

Menata Isi Tas Gunung

Brand ambassador Eiger Adventure, Ramon Y. Tungka, di Bandung, Jawa Barat, 16 Maret 2021. (Liputan6.com/Asnida Riani)
Brand ambassador Eiger Adventure, Ramon Y. Tungka, di Bandung, Jawa Barat, 16 Maret 2021. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Selain bandana, barang yang diakui Ramon Y. Tungka selalu dibawanya, menata tas gunung juga punya aturan tertentu. Ini, tentu saja, bermaksud mempermudah perjalanan, mengingat banyaknya kemungkinan yang terjadi.

"Sifat barang bawaan itu ada dua, perlengkapan dan perbekalan. Perlengkapan itu abadi, perbekalan ada umurnya. Misalnya, makanan," kata Ramon.

Jadi, di bagian paling bawah tas, disarankan menaruh barang-barang, seperti tenda, sleeping bag, dan perlengkapan tidur. "Makin tengah, nesting, makanan," imbuhnya. Kemudian, di paling atas, yang makin darurat. "Head lamp, baterai cadangan, obat-obatan, sama rain coat," tutur Ramon.

Di samping, pemain film Martabak Bangka itu mengatakan, membawa sampah kembali turun itu baik, tapi lebih baik lagi bila naik gunung sudah membawa barang yang tidak berpotensi jadi sampah.

"Tisu, misalnya. Orang biasanya kalau mau poop dan pipis itu kan pakai tisu. Itu bisa diganti dengan lap. Bawa dua. Cuci, simpan lagi, cuci, simpan lain. Jadi, sustain," ujarnya.

Pakai Tali Strap di Masker, Apa Risikonya?

Infografis Pakai Tali Strap di Masker, Apa Risikonya? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pakai Tali Strap di Masker, Apa Risikonya? (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: