Jaringan berita kecil naik daun setelah pendukung Trump menolak Fox

·Bacaan 3 menit

New York (AFP) - Puluhan ribu pendukung Donald Trump yang tidak mempercayai hasil pemilihan presiden dan kian dibuat frustrasi oleh Fox News yang konservatif, beralih ke dua saluran berita sayap kanan lebih kecil yakni OAN dan Newsmax yang masih tak mau menyebutkan Joe Biden telah memenangkan pemilu. Seringkali peralihan ke OAN dan Newsmax itu atas desakan presiden.

"Demokrat merencanakan kudeta terhadap presiden di Amerika Serikat," kata pembawa berita One America News Network (OAN) Christina Bobb, Senin. "Dan Biden tetap kalah!

"Trump mendapatkan masa jabatan keduanya," tambah dia.

Sepuluh hari sejak Joe Biden dinyatakan sebagai presiden terpilih oleh semua stasiun berita utama AS, OAN tak mau menyerah.

"Kami tidak menyatakan pemilu telah dimenangkan Biden karena kami yakin ini adalah pertarungan yang sangat ketat," kata Chris Ruddy, pendiri dan CEO Newsmax, saluran lain yang sangat konservatif yang sedang naik daun, kepada AFP.

Pendekatan tersebut tepat bagi para pendukung Trump yang kecewa terhadap Fox News yang mereka yakini salah karena membuat pengumuman resmi tentang kekalahan presiden tengah menjabat itu dan tidak cukup mendukung presiden.

Presiden OAN Charles Herring mengatakan kepada AFP bahwa salurannya termasuk di antara 10 teratas yang paling banyak ditonton di seluruh industri kabel AS selama beberapa pekan terakhir.

Dan Newsmax melewati ambang satu juta pemirsa untuk pertama kalinya dalam sejarahnya pekan lalu.

Secara bersamaan, Fox News telah dikalahkan beberapa kali oleh saingannya CNN sejak malam pemilu pada 3 November, sebuah peristiwa yang jarang terjadi, meskipun jumlah penontonnya tetap kuat.

Herring mengatakan kepada AFP bahwa bekas pemirsa-pemirsa Fox menulis kepada OAN untuk mengungkapkan rasa frustrasi mereka atas berbelok ke kirinya Fox yang tampak jelas.

Trump sendiri sudah menganjurkan para pengikutnya agar beralih ke OAN dan Newsmax dengan mengatakan dia menganggap "perbedaan terbesar" antara pemilu 2016 dan 2020 adalah sikap Fox.

Semakin banyak saja tokoh-tokoh papan atas Partai Republik diundang untuk berbicara di dua saluran kecil itu, termasuk Trump, yang telah memberi mereka wawancara.

Namun ada perbedaan utama antara Newsmax dan OAN, menurut Kevin Arceneaux, seorang profesor ilmu politik di Temple University.

Newsmax lebih dekat dengan Fox News dalam pendekatan editorialnya, kata dia. "Mereka tampaknya tidak terlalu bersedia bermain cepat dan lepas dari kebenaran, tetapi mereka memiliki rasa standar jurnalistik."

Ruddy mengatakan bahwa begitu hasil pemilu ditetapkan dan kasus banding Tim Trump selesai, jika Biden tetap dinyatakan sebagai pemenang -yang tampaknya tidak diragukan lagi- "Trump harus menyerah dan harus ada peralihan kekuasaan yang lancar. Kami berharap itu terjadi."

Di sisi lain, "bahkan tak jelas apakah saya mau mengkategorikan OAN sebagai jaringan berita," kata Arceneaux, sekalipun saluran berita ini menyebut dirinya stasiun berita.

Dia memandang OAN sebagai "tempat untuk teori konspirasi yang condong ke sayap kanan, ruang corong."

Dengan desain, OAN telah "menciptakan realitas yang sama sekali berbeda bagi kaum konservatif yang tidak bisa menerima kenyataan Trump kalah," kata Chris Pocock, mantan produser jaringan tersebut.

Bagi Arceneaux, masalahnya bukan pada konten saluran, melainkan para pejabat Republik terpilih tampaknya setuju dengan itu yang membuat OAN mendapatkan legitimasi.

Akibatnya, ada risiko melihat dua partai besar AS "melakukan percakapan yang sama sekali berbeda mengenai kumpulan fakta yang berbeda," kata Arceneaux. "Dalam konteks ini sangat sulit melihat bagaimana Anda memiliki demokrasi yang sehat."

"Kuncinya adalah apakah (dua saluran berita itu) bisa terus begitu," kata Jeffrey McCall, profesor komunikasi pada DePauw University. "Itu masih harus dilihat."

Newsmax dan OAN, yang kecil dalam lanskap media saat ini, harus berinvestasi, kata McCall memperingatkan, seandainya mereka ingin berhadapan dengan Fox yang memiliki pendapatan ratusan juta dolar AS setahun.

Menurut beberapa laporan media AS, Ruddy baru-baru ini didekati oleh kelompok investasi Hicks Equity Partners yang memiliki hubungan dekat dengan partai Republik, untuk kemungkinan akuisisi.

Namun pendiri Newsmax yang juga kenalan dekat Trump, mengatakan tak ada tawaran "resmi" yang diajukan.

Di belakang layar juga ada keinginan Trump yang beberapa kali dia ungkapkan, untuk memiliki saluran beritanya sendiri, baik dengan membuat sendiri maupun dengan membeli saluran berita yang sudah ada.

"Saya akan menyambut presiden untuk tampil di Newsmax," kata Ruddy, "tetapi saya tak ingin seluruh jaringan ini dinamai dengan namanya atau menjadi tentang dia."

Bisakah Trump TV suatu hari nanti menjadi kenyataan? Citizen Media, sebuah perusahaan kecil di Illinois, sudah mendaftarkan nama itu pada Juni.


tu/cjc/to/ch