Jasa Marga Akusisi Tol Batang-Semarang  

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga dan PT Bakrie Toll Road akan bertemu untuk membahas rencana akuisisi Tol Batang-Semarang bulan depan. "Kami akan duduk bersama membicarakan proses saham tol itu," kata Direktur Utama PT Jasa Marga, Adityawarman, saat dihubungi Tempo, Kamis, 25 Oktober 2012.

Jika seluruh pembicaraan lancar, mereka dapat segera memulai kembali pembangunan jalan tol tiga atau empat bulan setelahnya, atau diperkirakan mulai Maret tahun depan. Pada September 2013, kata dia, proses due diligence proyek jalan tol dapat dilakukan.

Untuk saat ini, kata Adityawarman, Jasa Marga masih menghitung keseluruhan nilai saham yang dimiliki PT Bakrie Toll Road dalam proyek tersebut. Jika sudah ditemukan nilainya, baru Jasa Marga akan menentukan berapa nilai saham tol yang nantinya akan mereka akuisisi. "Sementara ini kami menargetkan mengakuisisi 60 persen saham Bakrie Toll Road," kata dia.

Menurut dia, angka tersebut ideal agar mereka dapat menjadi pemegang saham mayoritas jalan tol. Angka itu juga sesuai dengan nilai ekuitas yang mereka miliki saat ini, yaitu sebesar Rp 25 triliun.

Walau demikian, dia mengakui persentase nilai saham bisa saja berubah seiring dengan diketahuinya laporan kondisi finansial pemilik proyek tol dengan panjang 75 kilometer tersebut.

Adityawarman mengatakan, jika proyek tol senilai Rp 7,22 triliun dinilai masih cukup bagus, Jasa Marga mungkin akan mengambil saham jalan tol lebih dari 60 persen. "Karena itu kami masih terus melakukan pendekatan agar tahu kondisi keuangan terakhir dan perhitungan bisnis yang paling tepat," kata dia.

Namun, ia memastikan tidak akan mengakuisisi proyek lebih dari 90 persen. Jasa Marga akan menggandeng mitra lain untuk turut serta dalam pembangunan proyek yang termasuk dalam ruas trans-Jawa tersebut. Jasa Marga jauh lebih diuntungkan jika hanya menjadi pemegang saham mayoritas, bukan menguasai sepenuhnya.

Keinginan Jasa Marga untuk mengambil alih pembangunan jalan Tol Batang-Semarang sebenarnya bukan pertama kali dilontarkan. Sejak pertengahan 2011 lalu, atau bertepatan dengan terhentinya proses pembebasan lahan, Jasa Marga sudah bersiap-siap mengambil alih pembangunan jalan tol ini. "Jalan tol Batang-Semarang terkoneksi dengan Jalan Tol Semarang-Solo yang kami operasikan," kata Adwarman.

Dengan terhubungnya kedua jalan tol itu, keuntungan yang diperoleh dari jalan tol dapat lebih dimaksimalkan. "Kami juga ingin agar proyek tol trans-Jakarta dapat terealisasi secepatnya," kata dia.

RAFIKA AULIA

Baca juga:

Menyusul Jokowi, Pak Camat Buru-buru Naik Ojek

Lima Alhamdullilah Dahlan Iskan Soal Ancaman DPR

Kalimat Terakhir Liong Lenny

Kartu Pintar Jokowi Makan Anggaran Rp 7 Miliar

Panas-Dingin Dahlan Iskan versus DPR

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler