Jasa Marga libatkan petani lokal tanam mangrove G20 Tol Bali-Mandara

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Bali Tol (JBT) menggandeng ratusan petani lokal dalam penanaman Mangrove untuk penataan Jalan Tol Bali-Mandara dalam rangka mendukung perhelatan KTT G20 di Bali.

"Ini yang kita cari, terkait apa yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kita melakukan kerjasama dengan petani lokal," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana di Kuta, Kabupaten Badung, Bali pada Kamis.

Dia juga menambahkan, Jasa Marga juga terbuka dengan para akademisi dalam bidang tanaman mangrove.

Sementara itu, Direktur Utama PT JBT I Ketut Adiputra Karang mengatakan bahwa pihaknya melibatkan 263 petani lokal dalam penanaman mangrove tersebut.

"Untuk petani mangrove-nya kami menggandeng 263 petani lokal yang dilibatkan dalam penanaman mangrove di Jalan Tol Bali Mandara," kata Adi.

Adapun ratusan petani yang terlibat penanaman tersebut berasal dari Kelompok Petani Mangrove (Rumah Mangrove) Desa Tanjung Benoa, Desa Tengkulung dan Jimbaran.

Sebelumnya, PT Jasamarga Bali Tol (JBT) melakukan penanaman 756.800 bibit mangrove di Jalan Tol Bali Mandara, tepatnya di Interchange Ngurah Rai dan di Km 3+600.

Jumlah ini termasuk penanaman bibit mangrove yang membentuk tulisan G20 sebesar 158x54 meter dengan total 300.000 bibit.

Penanaman mangrove ini merupakan bagian dari pengerjaan penataan Jalan Tol Bali Mandara dalam rangka mendukung perhelatan KTT G20 di Bali dan sebagai upaya mewujudkan green environment.

Sejumlah penataan lainnya meliputi penataan lanskap, pohon hingga pembuatan taman, green energy dalam pekerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga penambahan budaya lokal Bali pada ornamen Penerangan Jalan Umum (PJU), renovasi gerbang tol dan pemasangan karya seni patung penari Bali.

Baca juga: Penataan Tol Bali Mandara hampir rampung siap sambut delegasi G20

Baca juga: Jasamarga catat jalan tol di Bali turun 76 persen semester I 2021