Jasa Marga Tegaskan Teknologi Bayar Tol Tanpa Henti Belum Dijual Umum

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak dua video yang memperlihatkan uji coba transaksi nirsentuh (touchless transaction) di gerbang tol kini tengah viral di media sosial.

Video pertama memperlihatkan pemasangan stiker Radio Frequency Identification (RFID) dengan nama branding FLO pada sebuah mobil, dan kedua merekam satu minibus dapat melaju tanpa henti dengan kecepatan tinggi di gerbang tol.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengklarifikasi kedua video tersebut memang direkam saat melakukan uji coba terbatas transaksi tol tanpa berhenti, namun tak saling berkaitan.

"Kami sampaikan bahwa kedua video tersebut tidak berhubungan satu dengan yang lainnya," kata Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, Senin (22/3/2021).

Heru menjelaskan, video yang memperlihatkan kendaraan melintas kencang di gerbang tol dengan fasilitas nirsentuh itu tidak terjadi di ruas tol Jasa Marga Group, melainkan di wilayah pengoperasian badan usaha jalan tol (BUJT) lain.

"Sementara itu, untuk video berupa penjelasan pemasangan sticker RFID di head-lamp, memang video tersebut terjadi di wilayah Jasa Marga, dimana kami sedang melakukan Uji Coba Terbatas Let it Flo di beberapa gerbang tol yang saat ini sedang dikembangkan oleh PT Jasamarga Tollroad Operator," jelasnya.

Belum Dijual

Sejumlah pengguna jasa tol saat melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Selasa (24/11/2020). Sistem baru tersebut bertujuan mengurangi kepadatan di gardu pembayaran jalan tol. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sejumlah pengguna jasa tol saat melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol Karang Tengah, Tangerang, Selasa (24/11/2020). Sistem baru tersebut bertujuan mengurangi kepadatan di gardu pembayaran jalan tol. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jasa Marga dikatakan Heru memahami antusiasme masyarakat dalam penerapan teknologi digital di jalan tol tersebut, sehingga kedua video terkait itu menjadi viral.

Namun, uji coba terbatas melalui aplikasi Let It Flo tersebht saat ini hanya dilakukan di kalangan pengguna internal dan bekerjasama dengan sejumlah pihak eksternal. Seperti beberapa BUMN lain dan komunitas otomotif guna menguji kehandalan sistem dan memperoleh masukan.

"Meski demikian nampaknya karena antusiasme publik, beberapa materi uji coba yang kami lakukan, yang sebenarnya masih terbatas sifatnya, beredar luas di kalangan publik," ujar Heru.

"Selanjutnya dapat kami sampaikan, bahwa yang kami lakukan saat ini hanya sebatas uji coba yang lingkupnya masih terbatas, dan tidak komersial. Implementasi touchless transaction ini nantinya tentu akan ditetapkan pemerintah sebagai regulator yang memiliki kewenangan untuk itu," tandasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: