Jasa Raharja Bali targetkan santunan korban meninggal selesai 14 jam

PT Jasa Raharja Cabang Bali menargetkan pada 2023 penyelesaian atau pembayaran santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal dunia di tempat bisa direalisasikan dalam waktu 14 jam.

"Pada 2022, dari sisi kinerja pelayanan pembayaran santunan bagi yang meninggal dunia di tempat, menjadi yang tercepat dari seluruh cabang di Indonesia," kata Kepala PT Jasa Raharja Cabang Bali Abubakar Aljufri di Denpasar, Senin.

Aljufri dalam perayaan HUT ke-62 Jasa Raharja tersebut menyampaikan pada 2022 Jasa Raharja Bali tercatat menjadi yang tercepat atau nomor satu untuk pembayaran santunan bagi korban meninggal dunia di tempat dengan rata-rata waktu pembayaran 17 jam.

Baca juga: Jasa Raharja: 36 persen kasus kecelakaan di Bali libatkan pelajar

"Yang pasti, untuk 2023 pelayanan tetap akan kami pertahankan, bahkan akan kami tingkatkan. Yang 17 jam untuk ke depan bisa hanya 14 jam dibayarkan untuk yang meninggal dunia di tempat," ujarnya.

Selain itu, para ahli waris juga tidak perlu mendatangi Jasa Raharja Bali untuk pengurusan santunan, karena para petugas sudah melakukan layanan jemput bola dan dipastikan masyarakat tidak ada yang mengeluh terkait klaim Jasa Raharja.

Sedangkan dari sisi kinerja pendapatan, Aljufri mengatakan Jasa Raharja Bali pada 2022 mencatat pendapatan tumbuh sebesar 13,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan Jasa Raharja tersebut, juga didukung oleh kondisi ekonomi Bali yang mulai tumbuh dan pulih dari dampak pandemi COVID-19.

"Dengan Bali mulai normal, pengusaha angkutan sudah bisa membeli kendaraan, sehingga akan menambah kendaraan yang di Samsat, yang kemudian mendorong peningkatan pertumbuhan pendapatan," katanya.

Menurut Aljufri, keberhasilan yang dicapai Jasa Raharja ini tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak terkait. seperti dengan Dirlantas Polda Bali, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Organda, Dinas Kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Kunci pencapaian adalah kolaborasi. Jasa Raharja tidak bisa bekerja sendiri. Ada kolaborasi yang apik antara berbagai mitra kerja," ucapnya.

Baca juga: Jasa Raharja Bali jamin korban musibah tenggelamnya KMP Yunicee

Sesuai dengan tema peringatan HUT ke-62 Jasa Raharja, yakni Terpercaya Melindungi Bangsa, pihaknya berkomitmen untuk memastikan tidak ada masyarakat yang mengeluh terkait klaim Jasa Raharja, dan akan lebih dimaksimalkan pada 2023.

Selain itu, pihaknya juga akan memasifkan upaya sosialisasi atau edukasi bersama mitra terkait untuk mencegah kasus kecelakaan lalu lintas yang pada 2022 menyentuh angka 37 persen untuk kelompok usia pelajar.

"Ini masih memprihatinkan, sehingga 2023 dicoba untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas," kata Aljufri.

Sedangkan untuk klaim santunan yang harus dibayarkan Jasa Raharja Bali hingga akhir 2022 mencapai Rp57 miliar atau mengalami peningkatan sekitar 67 persen dibandingkan tahun 2021.

Baca juga: Jasa Raharja fasilitasi uji cepat sopir dalam program "We Love Bali"

Baca juga: Jasa Raharja Bali perluas layanan kerja sama dengan RS di Nusa Penida

"Ini yang perlu disikapi bersama agar melakukan edukasi atau pendekatan untuk mencegah atau menekan kasus kecelakaan lalu lintas," ujarnya.

PT Jasa Raharja Cabang Bali dalam peringatan HUT ke-62 diisi dengan sejumlah kegiatan, yakni penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan lomba-lomba yang diikuti para karyawan.

Sedangkan pada puncak acara, selain diisi dengan pemotongan kue dan tumpeng juga dihadiri oleh pimpinan para mitra Jasa Raharja, di antaranya Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Rumino Ardano, Kepala Bapenda Bali I Made Santha, Kadis Perhubungan Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta, Ketua Organda Bali Ketut Eddy Dharma Putra dan para undangan lainnya beserta para pensiunan Jasa Raharja Bali.