Jasa Raharja Santuni Korban Kecelakaan Bus Maut di Sumedang

Hardani Triyoga, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Korban kecelakaan maut Bus pariwisata Sri Padma Kencana di Tanjakan Cae, Jalan Raya Wado-Malangbong, Sumedang Jawa Barat mendapat santunan. Pihak Jasa Marga sudah melakukan pendataan.

Kepala Jasa Raharja Jawa Barat, Hendri Afrizal menjelaskan, pihaknya melakukan pendataan terhadap korban meninggal dunia. Selain itu, memberikan surat jaminan kepada pihak puskesmas dan atau rumah sakit yang melakukan perawatan terhadap korban dan yang mengalami luka-luka.

"Jasa Raharja akan segera menyelesaikan penyerahan santunan pada kesempatan pertama kepada para pihak ahli waris korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Hendri kepada wartawan, Kamis 11 Maret 2021.

Pihaknya memastikan para korban berhak memperoleh santunan sebagai bentuk perlindungan dasar pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 15/2017. Untuk korban meninggal dunia, masing-masing ahli waris berhak menerima santunan Rp50 juta.

Sementara bagi korban luka-luka, berhak atas penggantian biaya perawatan maksimum Rp20 juta.

Seperti diketahui, kecelakaan maut terjadi pada Rabu, 10 Maret 2021 lantaran bus pariwisata Sri Padma Kencana dengan nomor polisi T 7591 TB masuk ke jurang. Bus itu membawa rombongan siswa beserta guru SMP Al-Muawanah, Subang mengalami kecelakaan tunggal.

Kecelakaan maut itu diduga akibat rem blong di Tanjakan Cae Jalan raya Wado-Malangbong tepatnya di Dusun Cilangkap, Sukajadi, Kecamatan Wado Kabupten Sumedang.

Adapun hasil identifikasi korban kecelakaan meninggal dunia di instalasi jenazah RSUD Sumedang dilaporkan 29 orang meninggal dunia. Sedangkan, luka-luka sebanyak 36 orang.

Imbas kecelakaan ini, polisi memberlakukan larangan bagi bus ukuran besar melintasi Jalur Wado yang menghubungkan Kabupaten Sumedang dengan Garut. Larangan ini karena jalur tersebut rawan terjadi kecelakaan.

Kepala Polres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan ke depan akan dipasang portal. Tujuannya agar tidak ada lagi bus masuk melintasi Jalur Wado menuju Garut.

"Ke depannya akan dipasang gate entry atau portal oleh Dishub Provinsi," kata Eko, Kamis, 11 Maret 2021.