Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Cibubur Rp50 Juta

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Jasa Raharja langsung bergerak menyiapkan dana santunan kepada para korban kecelakaan maut Truk Pertamina di jalan Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Bantuan tersebut sebagai hak dari para korban kecelakaan yang terjadi Senin (18/7).

Rahmat M, selaku Penanggung Jawab Bidang Kesamsatan Jasa Raharja, Bekasi menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah mendata para korban guna memastikan identitas dan persyaratan pemberian dana asuransi.

"Datang kemari karena memang kejadian laka Cibubur masuk ke wilayah Jasa Raharja Bekasi ya, domisili hukumnya. Nah kami di sini bertindak sesegera mungkin mendampingi tim forensik untuk segera mendapatkan identitas dari korban," ujar Rahmat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/7).

"Karena setiap korban kecelakaan lalu lintas terutama yang kejadian seperti yang ini, dua kendaraan atau lebih, itu dijamin Jasa Raharja, dan kami harus segera memberikan haknya, hak untuk santunannya," tambah dia.

Adapun, lanjut Rahmat, bantuan yang bakal diberikan kepada pihak waris dari korban yang meninggal sebesar Rp50 juta. Sementara untuk korban luka-luka akan menerima uang penggantian perawatan sebesar Rp20 juta

"Per jiwa Rp50 juta untuk korban yang meninggal dunia itu berupa santunan. Sementara kan informasinya kan ada lima korban luka-luka. Yang luka-luka itu hanya penggantian biaya perawatan maksimalnya Rp20 juta," tutur nya

Rahmat mengatakan nantinya bantuan dana santunan dari Jasa Raharja akan diserahkan kepada ahli waris keluarga korban yang meninggal, dimana bantuan ini akan diserahkan kepada pihak yang sah.

"Ahli waris yang sah itu janda atau dudanya yang sah secara hukum, kalau tidak ada janda atau duda nya jatuh akan kepada anaknya. Kalau tidak ada dua hal itu maka akan jatuh ke orang tuanya yang sah," tuturnya.

Meski belum tahu kapan pastinya bantuan tersebut bakal diserahkan, namun Rahmat memastikan jika dana tersebut akan segera diserahkan kepada ahli waris setelah proses administrasi selesai dilakukan.

"Kita usahakan sesegera mungkin kami mengkhawatirkan ada kebutuhan lain dari pihak keluarga kan terkait prosesi pemakaman atau apapun itu. Tentu hak akan segera kita berikan setelah kita identifikasi ahli waris dan keabsahan korbannya. Mudah-mudahan siang ini, secepatnya kita gak mau nunda," imbuhnya.

10 Korban Meninggal, 5 Luka-Luka

Sebelumnya, Polri meralat jumlah korban Insiden tabrakan maut mobil truk tangki Pertamina di Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Dimana total korban tewas dari insiden naas ini menjadi 10 orang, dari sebelumnya disebutkan 11 orang.

"Ini korban meninggal dunia ada 10. Ini sementara 10. Ada 9 di RS Kramat Jati dan 1 di Permata Cibubur," ujar Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan kepada wartawan, dikutip Selasa (19/7).

Selain 10 korban meninggal dunia, Aan menyampaikan ada juga terdapat lima orang korban lainnya yang mengalami luka-luka akibat insiden yang melibatkan sebanyak 12 kendaraan.

"Korban luka ada 5. Kalau dilihat dari lukanya, rata-rata luka ringan. Mudah-mudahan cepat sembuh," imbuhnya.

Hasil 10 korban tewas ini, merupakan ralat dari laporan sebelumnya yang menyebut ada 11 orang dilaporkan tewas sedangkan terdapat enam orang lainnya mengalami luka-luka.

Sementara dari total 10 korban yang meninggal dunia, terdapat total tujuh korban yang telah berhasil teridentifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan medis data diri sampai sidik jari para korban. Berikut data tujuh orang korban yang teridentifikasi:

1. Priyastini, 50 tahun, PNS TNI AL, warga Sukamanah, Jonggol, Bogor

3. Peltu Suparno, 51 tahun, TNI AL, warga Sukamanah, Jonggol, Bogor

3. Ardi Nurcahyanto, 23 Tahun, Ojol, warga Kalibaru, Cilodong, Depok.

4. Warni, 43 Tahun, warga Gunung Putri, Bogor

5. Ius Supriyatna, warga Gunung Putri, Bogor.

6. Muhammad Sirot, 41 Tahun, Purworejo, Jawa Tengah.

7. Sugiyatni, 38 Tahun, Purworejo, Jawa Tengah. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel