Jasa Raharja siapkan santunan bagi korban KM Cahaya Arafah

Perwakilan Jasa Raharja Ternate, Maluku Utara (Malut) menyatakan seluruh korban KM Cahaya Arafah akan mendapatkan santunan dan kalau datanya sudah lengkap, santunan segera disalurkan.

"Kami pastikan seluruh penumpang umum KM Cahaya Arafah dijamin, terutama penumpang yang telah membeli tiket. Santunan akan disalurkan sesuai ketentuan," kata Kepala Kantor Perwakilan Jasa Raharja Ternate M Nurul Subekti kepada ANTARA di Ternate, Selasa.

Dia menyebut KM Cahaya Arafah rutin menyelesaikan pembayaran premi asuransi ke Perwakilan Jasa Raharja dan dipastikan asuransi bagi korban akan dibayarkan berdasarkan tiket penumpang yang dimiliki.

Baca juga: Tim SAR gabungan cari 13 korban penumpang hilang KM Cahaya Arafah

Baca juga: Kapal berpenumpang 66 orang tenggelam di perairan Halsel

Ia mengatakan seluruh korban yang tercatat dalam manifest akan diberi jaminan, seperti korban luka dan korban meninggal dunia akibat tenggelamnya KM Cahaya Arafah.

Olehnya itu, Jasa Raharja terus mengupdate perkembangan terkait dengan pencarian korban tenggelamnya KM Cahaya Arafah rute Ternate-Gane, Kabupaten Halmahera Selatan pada 18 Juli 2022.

Perwakilan Jasa Raharja Ternate sesuai ketentuan akan menyerahkan santunan bagi korban kapal tenggelam dengan nominal bervariasi, seperti untuk korban luka-luka diberi Rp20 juta dan korban meninggal dunia akan disantuni sebesar Rp50 juta.

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate menerjunkan tim SAR Gabungan dari Basarnas, TNI/Polri kembali melanjutkan operasi SAR hari kedua pencarian terhadap 13 korban penumpang KM Cahaya Arafah yang dinyatakan hilang.

Kepala Basarnas Ternate Fathur Rahman menyatakan pada hari kedua, tim gabungan masih fokus melakukan pencarian korban yang hilang tenggelam di perairan Pulau Tokaka, Kabupaten Halmahera Selatan.

Baca juga: Kapal KPLP evakuasi penumpang KM Cahaya Arafah

Fathur menyatakan pencarian dimulai pukul 07.30 WIT. Tim SAR gabungan membagi SRU dan melakukan pencarian di area masing-masing SRU yang telah dibuat.

SRU 1 melakukan pencarian seluas 8.7 Nm dari LKP dengan menggunakan Sea Rider KN Pandudewanata, SRU 2 melakukan pencarian seluas 11.6 Nm dari LK dengan menggunakan Rubber Boat Unit Siaga SAR Bacan, SRU 3 melakukan pencarian seluas 9.7 Nm dari LK dengan menggunakan Speed Boat BPBD Halsel dan SRU 4 melakukan pencarian seluas 15 Nm di pesisir perairan desa Tokaka dengan menggunakan longboat masyarakat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel