Jasad Mbah Darimun Ditemukan, Total Ada 19 Korban Jiwa Longsor Nganjuk

Hardani Triyoga, Syaefullah, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pencarian satu korban terakhir yang tertimbun material longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, membuahkan hasil. Pada Jumat pagi, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban laki-laki dewasa. Dengan demikian, total korban meninggal dalam tragedi itu sebanyak 19 orang.

Berdasarkan data dari Badan SAR Nasional Surabaya disebutkan, jasad terakhir yang ditemukan itu teridentifikasi bernama Mbah Darimun (82). Jasad kakek malang itu ditemukan tim di area pencarian Sektor A sekitar pukul 08.40 WIB.

Dengan ditambah dua korban selamat, jumlah korban tertimbun dan berhasil ditemukan sebanyak 21 orang. Pencarian sudah tuntas.

Di bagian lain, insiden keracunan makanan menyasar puluhan warga terdampak longsor yang mengungsi di SDN 3 Ngetos pada Kamis malam, 18 Februari 2021. Kepala Kepolisian Resor Nganjuk Ajun Komisaris Besar Polisi Harviadhi Agung Pratama mengatakan, warga yang keracunan bukan dari makanan dapur umum, tapi mie ayam yang dibagikan donatur.

Mie ayam tersebut dibagikan oleh donatur kepada pengungsi pada sore hari sekira pukul 15.00 WIB dan disajikan dalam cup siap saji. Baru pada malamnya, sekira pukul 22.00 WIB, pengungsi yang menyantap mie ayam tersebut mengalami gejala muntah, mual, pusing, dan diare.

"Saya tekankan, bukan dari dapur umum (penyebab keracunan)," katanya dikonfirmasi wartawan pada Jumat, 19 Februari 2021.

Tim dari Satuan Reserse Kriminal dan Inafis Polres Nganjuk sudah turun ke lapangan menyelidiki peristiwa keracunan itu. Sampel mie ayam diambil dan diuji di laboratorium. Hasilnya, terdapat kandungan formalin di mie ayam yang dimakan pengungsi.

"Formalin ini lah yang kemungkinan menjadi penyebab warga yang mengkosumsi mie ayam itu mengalami gejala-gejala," ujar Harvi.

54 KK terdampak

Sebelumnya, Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per Kamis, 19 Februari 2021, total korban yang ditemukan tim gabungan berjumlah 18 orang meninggal dan satu orang masih dalam pencarian.

Tim gabungan dari BPBD setempat bekerjasama dengan pihak lain masih akan terus melakukan pencarian terhadap warga yang masih dinyatakan hilang.

"Di samping korban jiwa, tanah longsor ini juga berdampak pada kerugian material sebanyak 8 rumah rusak berat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati di Jakarta.

BPBD setempat juga mencatat 54 KK atau 186 warga terdampak dan 139 KK warga Desa Ngetos masih mengungsi pascalongsor di halaman SD Negeri 3 Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor Nganjuk berlaku selama 14 hari. Waktu ini terhitung mulai tanggal 15 Februari 2021 sampai dengan 28 Februari 2021.

Penetapan status ini dikeluarkan melalui SK Bupati Nomor 188 Tahun 2021 tentang penetapan status tanggap darurat bencana banjir di beberapa kecamatan, di wilayah Kabupaten Nganjuk dan bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga: Para Pengungsi Korban Longsor Nganjuk Keracunan Makanan