Jasad Napi China Penggali Lubang Fenomenal Telantar di RS Polri

Ezra Sihite, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jasad narapidana asal China, Cai Changpan alias Cai Ji Fan masih bersemayam di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, hingga hari ini. Hal itu dibenarkan oleh Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM Rika Aprianti.

"Jenazah masih di Rumah Sakit Kramat Jati," kata Rika kepada wartawan, Rabu, 4 November 2020.

Menurut Rika, jasad Cai masih berada di sana lantaran masih menunggu konfirmasi dari pihak Kedutaan Besar Tiongkok perihal pengiriman jasad Cai ke negaranya. Atas dasar itulah, jasadnya masih ada di Indonesia. Setelah dapat konfirmasi, barulah pihaknya akan mengambil keputusan. "Masih menunggu Kedutaan yang menghubungi keluarganya di Tiongkok," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Hukum dan HAM membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terkait dengan kaburnya seorang narapidana asal China dari Lapas Klas I Tangerang, Banten.

Humas Ditjen Pemasyarakatan, Rika Aprianti, mengatakan hingga kini pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Pun, Polda Metro Jaya juga sudah membentuk tim guna menangkap Cai Changpan.

"Kami bentuk tim bersama-sama untuk mengejar yang bersangkutan. Tapi, saya tidak bisa melihatkan seperti apa teknis yang dilakukan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Senin, 21 September 2020.

Pada 17 Oktober 2020, Cai ditemukan. Namun saat ditemukan Cai sudah tewas. Dia ditemukan tewas gantung diri di sebuah pabrik pembakaran ban yang ada di dalam hutan Jasinga, Bogor, Jawa Barat. Polisi menyebut Cai melakukan ini karena terdesak ditangkap polisi.

Diketahui bahwa Cai berhasil kabur dari lapas setelah menggali lubang hingga bisa keluar lapas. Napi tersebut dilaporkan sudah melakukan penggalian hingga enam bulan lamanya.

Kementerian Hukum dan HAM membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terkait dengan kaburnya napi China tersebut. Tim mulai memburu napi yang kabur terdiri dari gabungan anggota Polda Metro Jaya, Ditlantas, Polres Tangerang hingga Lapas Tangerang. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga kemudian napi China yang kabur itu dilaporkan ditemukan sudah tewas akibat gantung diri.