Jasad SPG Ditemukan Membusuk di Kamar Indekos di Blora, Ini Analisa Polisi

Liputan6.com, Blora - Jasad SPG ditemukan membusuk di sebuah kamar indekos di Jalan Nusantara, Kelurahan Jetis, Kecamatan Blora Kota. Penemuan itu langsung membuat geger warga di sekitar lokasi.

Personel Satreskrim Blora, yang datang ke lokasi langsung mengidentifikasi jasad. Kasatreskrim Blora AKP Setiyanto menyebut, korban atas nama RF (19), warga Dusun Paseban RT 02 RW 01, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, katanya, korban bekerja sebagai SPG kosmetik di Swalayan Alfim yang berjarak tidak jauh dari tempat kosnya.

Setiyanto mengatakan, jenazah korban baru diketahui oleh pemilik kamar kos bernama Suwarno (60) sekitar Selasa (12/5) pukul 12.00 WIB.

Awal mula pemilik kos sedang mengecek kamar indekos mencium bau bangkai. Karena merasa curiga, kemudian yang bersangkutan mencari sumber bau bangkai ke berbagai sudut kamar indekos.

"Ternyata bau bangkai itu semakin menyengat saat yang bersangkutan mendekati kamar kos nomor 15. Disekitar lokasi dari keterangan pemilik kos, banyak lalatnya juga," ungkap Setiyanto.

Panik atas kejadian itu, pemilik indekos mendatangi tempat kerja korban dan diketahui sudah tidak masuk selama 3 hari. Dia bilang, terakhir bekerja pada Jumat (8/5/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Mendapati informasi itu, kemudian pihak pimpinan Swalayan Alfim Blora atas nama Agung mendatangi indekos korban yang masih dalam keadaan terkunci lalu membuka pintu kamar dengan kunci ganda pemilik indekos.

"Kondisinya saat pintu dibuka, jasadnya korban terlentang diatas tempat tidur dan telah membusuk serta bengkak," kata Setiyanto, yang selanjutnya atas temuan itu dilaporkan ke pihak Polsek Blora kota.

 

Dugaan Polisi

Setiyanto mengatakan, kuat dugaan bahwa korban meninggal karena menderita penyakit.

"Keterangan yang kami dapatkan, korban memiliki riwayat sakit lambung yang sudah lama," jelas dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi-saksi, Setiyanto bilang, korban sering mengikuti program diet sehari-hari sebelum meninggal dunia.

Diungkapkannya, saat olah TKP diketemukan ada obat paracetamol 500 gram, obat tambah darah, obat asam lambung, dan obat Dexamethasone.

"Sebab meninggalnya korban masih kita dalami lagi," ucap Setiyanto.

Simak juga video pilihan berikut ini: