Jasad Tetap Utuh, Inilah Amalan Abu Thalhah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kematian merupakan muara akhir yang pasti terjadi dan akan dihadapi semua makhluk hidup di dunia. Semua itu sudah digariskan waktunya, siapapun, kapanpun, dan dimanapun kematian pasti akan tetap datang.

Dalam sejarah perjalanan Islam, pada zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang sahabat Beliau yang sangat disegani. Namanya Abu Thalhah. Beliau Termasuk salah satu sahabat Nabi yang mendermakan seluruh hal yang dimiliki dan dicintainya kepada orang lain.

Dalam satu kesempatan Nabi Muhammad SAW pernah berkata kepada Abu Thalhah: Wahai Abu Thalhah, Allah SWT kagum dengan perbuatanmu menjamu tamu semalam. Bahkan Allah SWT menurunkan sebuah ayat tentang hal itu kepadaku, yang tertuang dalam QS al-Hasyr ayat 9 yang artinya: Mereka lebih mengutamakan (orang Muhajirin) daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka memerlukannya.

Mengenai sosok Abu Thalhah, dirangkum dari beberapa sumber, bahwa jenazah beliau tetap utuh dikarenakan beliau sangat rajin berpuasa. Semasa hidupnya, Beliau sangat rajin berpuasa kecuali pada hari-hari yang diharamkan.

Ada satu kisah yang menjelaskan bahwa Abu Thalhah terus mengarungi bumi untuk menegakkan kalimat Allah SWT dan memuliakan agama-Nya.

Pada suatu kisah, ketika pasukan muslim di masa Khalifah Usman bin Affan akan berperang di lautan, Abu Thalhah ikut bersama rombongan. Namun, anaknya seperti tidak mengizinkan karena kondisi Abu Thalhah yang sudah tua renta.

Anak dari Abu Thalhah berkata: Semoga Allah merahmatimu wahai ayah kami. Kau sekarang sudah tua sekali. Kau sudah berjuang bersama Rasulullah, Abu Bakar, Umar, kenapa kau sekarang tidak istirahat saja dan biarkan kami yang berjihad.

Abu Thalhah menjawab melalui firman Allah SWT dalam QS At-Taubah ayat 41 yang artinya: Allah SWT berfirman berangkatlah dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Lantas, Abu Thalhah pun berangkat dalam rombongan untuk ikut berjihad. Namun, kematian selalu bisa dipastikan akan terjadi dalam hidup. Abu Thalhah meninggal saat berada di tengah lautan bersama pasukan muslimin lainnya.

Mereka (kaum muslimin) berusaha mencari pulau untuk menguburkan jasadnya, tetapi tidak menemukan satu pulau pun saat perjalanan kecuali setelah tujuh hari lamanya.

Anehnya, selama tujuh hari itu jasad Abu Thalhah seperti tidak berubah. Seakan-akan Abu Thalhah hanya sedang tertidur pulas. Jauh dari keluarga, jasad Abu Thalhah dimakamkan di tempat yang jauh, namun dekat kepada Allah SWT.

Begitulah kisah perjuangan Abu Thalhah yang tetap ingin berjuang dalam menegakkan ajaran Allah SWT dan amalan puasa yang dilakukannya. Dengan usahanya, Abu Thalhah diberikan kemudahan saat bertemu Allah SWT.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel