Jasadnya Ditemukan Seperti Mumi, Warganet Doakan Aisyah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Anak perempuan berinisial ALH (7) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Desa Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Bocah perempuan yang ditemukan di salah satu rumah warga tersebut diduga sudah meninggal 4 bulan lalu.

Pihak kepolisian melaporkan kondisi mayat yang sudah mengering. Posisi mayat ada di dalam kamar, kondisinya kering, tinggal kulit dan tulang.

Nama Aisyah pun menjadi perbincangan hingga trending di media sosial Twitter pada Selasa, 18 Mei 2021. Warganet serempak mendoakan jasad Aisyah, yang ditemukan dalam kondisi nyaris menjadi kerangka.

Semoga dik Aisyah mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Amiin,” tulis akun Mazzini @mazzini_gsp.

Kemudian, akun Rahman @mas_maman20 mengaku heran kenapa seorang anak bisa dihilangkan nyawanya. Bahkan, sampai berdalih kerasukan genderuwo.

Senakal-nakalnya anak, masak iya dibegituin sampai mati. Pakai alasan kerasukan genderuwo lagi. Semoga adik Aisyah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis akun Rahman.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, melakukan penyelidikan terhadap penemuan mayat berkelamin perempuan berinisial ALH (7) di Desa Bejen, Kabupaten Temanggung.

Kapolres Temanggung, AKBP Benny Setyowadi, mengatakan bahwa pada hari Minggu, 16 Mei sekitar pukul 23.00 Polsek Bejen Polres Temanggung mendapat laporan dari warga dan Kepala Desa Bejen bahwa ada penemuan mayat di salah satu rumah warga.

"Petugas polsek lantas mendatangi lokasi, kemudian menemukan mayat anak perempuan di dalam kamar," katanya di Temanggung pada Senin, 17 Mei 2021.

Petugas, kata dia, lalu melakukan olah tempat kejadian perkara. Sampai sekarang masih penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Benny mengatakan bahwa penyelidikan masih berjalan. Dalam kasus ini, kepolisian mengamankan empat orang.

"Kami melakukan pemeriksaan terhadap ibu dan bapak dari anak tersebut, serta dua tetangganya," katanya.

Menyinggung soal penyebab anak itu meninggal, Benny mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami. Pada hari Senin tim Dokpol Polda Jateng melakukan autopsi terhadap korban.

"Nanti keterangan dari tim Dokpol Polda Jateng itulah kami sampaikan kepada rekan-rekan media," katanya.

Kalau dugaan dari keterangan awal, lanjut dia, anak tersebut sudah meninggal sekitar 4 bulan lalu.

"Posisi mayat ada di dalam kamar, kondisinya kering, tinggal kulit dan tulang. Akan tetapi, kami lihat dari hasil autopsi saja," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel