Jasindo luncurkan Protan proteksi asuransi bagi petani dan peternak

Biqwanto Situmorang
·Bacaan 2 menit

PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo bersama Kementerian Pertanian meluncurkan aplikasi proteksi pertanian (Protan) bagi petani dan peternak di seluruh Indonesia.

“Fitur aplikasi Protan dilengkapi dengan pengukuran polygon area kerusakan lahan yang mengalami gagal panen, geolocation koordinat lahan, auto generate download formulir, penyimpanan data klaim, update status pelaporan klaim, dan informasi seputar pertanian dan peternakan,” kata Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo, Diwe Novara dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Peluncuran aplikasi Protan dilakukan di Botani Square, Bogor bertepatan dengan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi (Rakorsin) Kementerian Pertanian.

Aplikasi yang dapat diakses melalui perangkat mobile ini juga mempermudah petugas penyuluh lapangan (PPL), petugas organisme pengendali tumbuhan (POPT), dan petugas kesehatan hewan dalam melapor klaim Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), karena cukup dilakukan melalui ponsel masing-masing.

Asuransi Jasindo sejak tahun 2015 hingga saat ini mendapatkan penunjukan dari pemerintah untuk menjalankan program bantuan premi asuransi usaha tani padi (AUTP).

Menurut Diwe, setiap tahun pencapaian program AUTP dan AUTSK terus meningkat. Pada tahun anggaran 2020 telah tercapai 100 persen dari target yang ditentukan.

AUTP tercapai 1 juta ha dengan total kepesertaan 1,4 juta petani dan untuk program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) tercapai 120 ribu ekor dengan total kepesertaan 56 ribu peternak.

Tak hanya komitmen pencapaian target bantuan premi AUTP AUTSK, Asuransi Jasindo juga mulai tahun 2019 meningkatkan layanan pendaftaran melalui digital yaitu melalui aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP).

Aplikasi SIAP diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas Kelompok Tani dalam mendapatkan manfaat program AUTP AUTSK.

Pada tahun 2018 sebanyak 217 Kabupaten/Kota yang mengikuti program ini, tahun 2019 meningkat menjadi 236 Kabupaten/Kota yang telah terakses asuransi pertanian dan tahun 2020 meningkat menjadi 238 Kabupaten/Kota yang telah mendaftar asuransi pertanian.

Diwe juga memastikan, bahwa Asuransi Jasindo terus mengikuti tren pasar saat ini terkait kebutuhan konsumen salah satunya melalui digitalisasi.

Sejak 2018 Asuransi Jasindo sudah meluncurkan beberapa aplikasi guna mempermudah konsumen dalam mengakses layanan dan produk milik Asuransi Jasindo.

Asuransi Jasindo juga telah meluncurkan beberapa aplikasi antara lain Aplikasi Emarine yang diperuntukkan bagi pengguna Asuransi Kargo dan Aplikasi SIAP bagi pengguna Asuransi Agri.

“Asuransi Jasindo selalu berupaya mengembangkan diri selaras dengan perkembangan digitalisasi di era masa kini,” tutupnya.

Baca juga: Peneliti: Asuransi pertanian penting di daerah rawan bencana
Baca juga: Antisipasi gagal panen, petani diminta manfaatkan asuransi pertanian
Baca juga: Petani dan peternak bisa tidur nyenyak karena asuransi