Jateng alami inflasi 0,46 persen pada Desember 2020

Kelik Dewanto
·Bacaan 1 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Jateng mengalami inflasi sebesar 0,46 persen pada Desember 2020.

Kepala BPS Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono dalam siaran pers di Semarang, Senin, mengatakan, kenaikan harga cabai, telur dan daging ayam menjadi pemicu utama terjadinya inflasi pada Desember.

Baca juga: BPS: Inflasi 2020 hanya 1,68 persen, ini inflasi terendah

Selain itu, kata dia, kenaikan harga sewa kontrak rumah juga menjadi salah satu pemicu terjadinya inflasi.

Adapun sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menjadi penahan laju inflasi antara lain bawang merah serta perhiasan emas.

Sementara dari enam daerah yang menjadi titik survei indeks harga konsumen di Jawa Tengah, kata dia, seluruhnya mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi, lanjut dia, terjadi di Kota Tegal yang mencapai 0,56 persen.

"Inflasi terendah di Kota Surakarta sebesar 0,32 persen," katanya.

Baca juga: BPS catat tahu dan tempe alami inflasi imbas kenaikan harga kedelai
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan III 2020 capai -3,93 persen