Jateng Dua Pekan Tanpa Zona Merah COVID-19, Ganjar Ingatkan Hati-hati

Mohammad Arief Hidayat, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Tingkat kasus COVID-19 di Jawa Tengah terus menunjukkan penurunan. Bahkan, selama dua pekan berturut-turut, tidak ada satu pun dari kabupaten/kota di Jawa Tengah yang terkategori zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, lima kabupaten yang pada Januari 2021 masih zona merah, sejak awal Februari sampai sekarang sudah bebas dari zona, yaitu Kendal, Cilacap, Blora, Karanganyar, dan Kebumen.

"Angka kasus aktif terus turun, dari 8.230 pada pekan sebelumnya, menjadi 7.300. Sementara case fatality rate (CFR) juga menurun, sedangkan recovery rate (RR) meningkat," kata Yulianto Prabowo dalam rapat penanganan COVID-19 di kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin, 22 Februari 2021.

Baca: Studi: Pemakai Kacamata Lebih Kecil Kemungkinan Tertular COVID-19

Yulianto menambahkan, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga terus menurun: ICU sebesar 38,08 persen dan tempat tidur isolasi 33,01 persen.

"Beberapa rumah sakit bahkan mengusulkan menutup layanan isolasi COVID-19 di tempatnya masing-masing dan menjadikan ruangan-ruangan itu untuk perawatan non-COVID-19," katanya.

Gubernur Ganjar Pranowo meminta pihak rumah sakit tidak terburu-buru menutup layanan isolasi khusus pasien COVID-19 meski data menunjukkan penurunan yang signifikan.

"Banyak yang usul agar tempat isolasi itu difungsikan untuk non-Covid. Tapi saya bilang hati-hati, jangan dulu ditutup. Jika memang jumlah ruang isolasi yang tidak terpakai cukup banyak, rumah sakit menyiapkan ruangan itu sebagai cadangan penambahan tempat tidur ICU. Jangan sampai kalau terjadi gelombang kedua—dan kita tidak menginginkan itu—nanti gelagapan," ujarnya.

Teguh Joko Sutrisno/Semarang