Jateng Fokus Tuntaskan COVID-19 di 3 Kabupaten

·Bacaan 1 menit

VIVA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah fokus menyelesaikan kasus COVID-19 di 3 kabupaten yaitu Kudus, Cilacap, dan Kendal.

Dalam rapat penanganan COVID-19 di Gubernuran, Senin, 24 Mei 2021, terungkap Kabupaten Kudus mencatat kenaikan kasus. Kemudian Cilacap yang mencatatkan varian COVID dari B.1617.2 India, dan di Kendal muncul klaster Lapas.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan sejumlah langkah strategis ditempuh untuk menyelesaikan hal itu.

"Yang dari Cilacap terkait dengan varian dari India, nakesnya kita minta diisolasi terpusat. Lalu kami minta seluruh Jawa Tengah tempat tidur rumah sakit ditingkatkan," kata Ganjar setelah rapat tersebut.

Baca juga: COVID-19 Varian India Masuk Jateng, Kepala Daerah Diminta Waspada

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, 3 kabupaten yang menjadi fokus, memiliki kriteria kasus yang berbeda-beda. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan penatalaksanaan yang ketat terhadap kasus tersebut.

"Perlakuan yang dilakukan sama yakni dengan tracing, tracking dan treatment. Varian baru karena penyebarannya cepat, maka kita harus ketat. Padahal teman-teman sudah menggunakan APD namun tetap tertular, karena perilaku virus," katanya.

Ia mengatakan sudah ada 172 petugas kesehatan yang telah dites. Sampai hari ini ada 47 orang nakes yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Terkait kasus di Kudus, menurut Yulianto, disebabkan oleh pelanggaran protokol kesehatan. Dimulai dari klaster keluarga, saat makan bersama lepas masker dan saling bercengkrama.

Pihaknya telah menerapkan langkah antisipatif, dengan menyiagakan rumah sakit di sekitar Kudus. Ia menyebut, hingga kini tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit masih lega.

"Lonjakan kasus di Kudus cukup tajam, sehingga BOR atau Bed Ocupancy Rate tinggi sekitar 75-80 persen. Maka kita siapkan rumah sakit di Semarang seperti Wongsonegoro, itu kan BOR-nya rendah, padahal tempat tidurnya banyak. Itu ?siap untuk dirujuk di Wongsonegoro, jadi kabupaten sekitarnya siap dukung," kata Yulianto.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel