Jateng jajaki kerja sama energi terbarukan dengan Inggris

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki kerja sama di bidang energi terbarukan dengan pemerintah negara Inggris.


"Mereka juga tertarik untuk kerja sama dalam bidang energi, khususnya energi baru terbarukan. Terus kemudian infrastruktur, perdagangan, maka saya tadi tawarkan ada kawasan industri yang ada di Batang yang insentifnya juga cukup bagus, mudah-mudahan itu bisa dilaksanakan atau dikerjakan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai diskusi virtual dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins di Semarang, Senin.


Beberapa hal yang menjadi fokus diskusi adalah terkait kerja sama bidang pendidikan, bidang energi, infrastruktur, industri, dan cara penanganan COVID-19 di Jawa Tengah.


Menurut Ganjar, Jawa Tengah dan Inggris memiliki perhatian yang sama dalam hal perubahan iklim dunia.

Baca juga: DPR minta penurunan emisi karbon tak menyingkirkan energi fosil


Dalam diskusi, Ganjar menceritakan bagaimana kondisi Jawa Tengah yang tidak memiliki banyak hutan serta kawasan pesisir pantai utara yang mengalami penurunan muka tanah, serta masalah sampah dan limbah yang muncul akibat industrialisasi.


Beberapa hal itu yang menjadi perhatian sehingga mulai digalakkan dan disosialisasikan agar masyarakat ikut merawat alam dan peduli mengolah sampah dengan benar.


"Kita sama-sama bicara bahwa kita punya agenda bersama atau kepedulian terhadap perubahan iklim. Jadi 'global climate change' ini menjadi perhatian betul dari pemerintah Inggris, kita juga perhatian, maka industri dan teknologi yang ke depan akan kita kerjakan atau kita pilih mestinya yang lebih ramah lingkungan. Ini beberapa pengalaman yang kita diskusikan dan sharing," ujarnya.


Ganjar menambahkan, Kedutaan Besar Inggris juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Jawa Tengah yang relatif memiliki kepedulian tentang pandemi COVID-19.

Baca juga: Pengamat: Pengesahan RUU Energi Baru Terbarukan akan tarik investasi


Terkait dengan hal ini, Ganjar menjelaskan bagaimana pengelolaan berbasis masyarakat digalakkan dan pola menggerakkan komunitas di masyarakat tersebut relatif efektif dan cukup membantu dalam menangani pandemi.


"Jika nanti kita mau menindaklanjuti, bisa jadi nanti dalam teknologi tentang kesehatan kita ajak kerja sama bidang farmasi dan sebagainya atau investasi industri dalam bidang farmasi dan alat kesehatan tentu ini akan sangat menguntungkan kedua belah negara, khususnya yang di Indonesia itu di Jawa Tengah," katanya.


Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dna Timor Leste Owen Jenkins mengatakan peluang kerja sama dalam bidang energi terbarukan tersebut cukup besar, apalagi Jawa Tengah sudah memikiki ambisi besar untuk menggunakan energi terbarukan seperti panel surya.


Penggunaan energi terbarukan tersebut juga sejalan dengan upaya mengurangi polusi sehingga bumi tetap terjaga.


"Kami mengetahui Gubernur Ganjar memiliki ambisi dengan hal ini, provinsi pertama yang mencoba untuk menggunakan solar panel. Kami juga sudah melakukan banyak sekali usaha di bidang pembangunan yang berkelanjutan. Ini adalah ambisi dan potensi menjadi kerja sama lebih lanjut dan jangka panjang antara Inggris dengan Jawa Tengah," ujarnya saat diskusi.