Jateng sementara memimpin medali para-atletik Peparnas Papua

·Bacaan 1 menit

Provinsi Jawa Tengah memimpin sementara perolehan medali cabang olahraga para-atletik pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Dari data Technical Delegates (TD) Para-atletik Peparnas, Rabu, Jateng meraih total 45 medali, yakni 20 emas, 12 perak, dan 13 perunggu.

Data tersebut diperoleh hingga pertandingan pada Selasa (9/11), sementara pertandingan Rabu ini masih berjalan hingga sore hari.

Baca juga: Tujuh rekornas para-atletik kembali pecah di Peparnas Papua

Pada peringkat kedua, Jawa Barat dengan 16 emas, 12 perak, dan 9 perunggu sehingga total sementara dapat 37 medali.

Disusul kontingen tuan rumah Papua di peringkat ketiga dengan perolehan total 51 medali, terdiri atas 15 emas, 17 perak, dan 19 perunggu.

Urutan keempat, yakni Sumatra Utara dengan total 29 medali, yakni 14 medali emas, 11 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Di peringkat kelima, Kalimantan Selatan yang mengumpulkan 7 emas, 5 perak, dan 10 perunggu sehingga total sementara sebanyak 22 medali.

Selain rekap sementara medali, setidaknya sudah 14 rekor terpecahkan di para-atletik hingga Selasa (9/11), dan dimungkinkan akan bertambah lagi.

Baca juga: Debut di Peparnas, Rifki Ahmad Sholeh sabet dua emas

Peparnas Papua diikuti oleh 1.985 atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi yang akan berupaya mencetak sejarah sebagai yang terbaik.

Mereka akan berlomba untuk menyumbangkan keping medali bagi kontingen masing-masing pada Peparnas ke-16 yang digelar 6-13 November 2021.

Para atlet berlaga pada 12 cabang olahraga, terdiri atas angkat berat, atletik, boccia, bulu tangkis, catur, judo, menembak, panahan, renang, sepak bola cerebral palsy (CP), tenis lapangan kursi roda, dan tenis meja.

Baca juga: Tujuh rekor para-atletik pecah di Peparnas Papua
Baca juga: Nina Gusmita pecahkan rekor nasional 100 meter T54 putri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel