Jateng Siaga Klaster COVID paca-Lebaran, Begini Instruksi Ganjar

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat mewaspadai munculnya klaster keluarga pasca-Lebaran Idul Fitri. Ia mengingatkan, saat ini klaster yang banyak di Jawa Tengah adalah keluarga. Untuk itu masyarakat harus siaga di keluarga dan tidak boleh disepelekan.

"Ini perlu menjadi perhatian semua agar tetap menjaga prokes karena potensi penambahan ada," kata Ganjar saat menghadiri halal bi halal virtual di lingkungan Pemprov Jateng dan Forkopimda di Semarang, Jawa Tengah pada Senin, 17 Mei 2021.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga menjelaskan evaluasi sementara terkait arus mudik dan balik Idulfitri 1442 H. Menurutnya, secara keseluruhan orang yang datang, baik menggunakan izin dan prosedur yang benar maupun yang menerobos jumlahnya berkurang dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu mencapai sekitar 1 jutaan pada tahun ini sekitar 600 ribuan. Hal ini tentu terlaksana atas banyaknya masyarakat yang taat untuk tidak mudik," ungkapnya.

Ia menambahkan, arus balik juga menjadi catatan agar semua dalam kontrol yang ketat karena tidak hanya soal kemacetan, keamanan namun juga soal kesehatan. Maka lanjutnya, di beberapa titik tetap saja dilakukan random sampling test khususnya rapid test antigen itu tetap dilakukan.

"Semua prosedur untuk menekan penyebaran COVID-19 terus dilakukan seperti rapid test antigen pada arus balik serta menyiagakan SDM, tempat isolasi mandiri dan rumah sakit selama 14 hari ke depan," jelasnya.

Ia tidak menampik adanya temuan warga positif COVID-19 saat arus mudik meskipun jumlah pastinya belum diketahui karena masih menunggu evaluasi secara keseluruhan.

"Sementara dari data yang ada pekan lalu ada sekitar 28 orang. Sampai dengan tadi dilaporkan di Banyumas menemukan tidak sampai 10 orang. Mudah-mudahan itu bisa menjaga," katanya.

Ia juga meminta semua melakukan penyiapan tempat isolasi, baik isolasi mandiri maupun isolasi dan ICU di rumah sakit. Penyiagaan tersebut dilakukan selama 14 hari ke depan.

"Tempat isolasi dan rumah sakit saya minta untuk standby. Kami minta paling tidak selama 14 hari ke depan SDM siap khususnya Yankes rumah sakit dan pelayanan medis harus siap, empat isolasi disiapkan baik yang di rumah sakit maupun mandiri agar kita siap siaga kalau ada peningkatan," kata dia lagi.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang