Jateng siapkan Rp60 miliar untuk bantuan tambahan dampak kenaikan BBM

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan Pemerintah Provinsi Jateng menyiapkan Rp60 miliar untuk bantuan tambahan guna mengantisipasi dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


"Jadi kemarin brief dari pusat coba kami back up dari daerah dengan 2 persen dari dana transfer umum dari pemerintah umum sehingga kami bisa melengkapi yang kurang. Kalau Provinsi Jateng 2 persennya itu kira-kira sekitar Rp60 miliar," kata Ganjar di Semarang, Rabu.

Menurut dia, jumlah dana bantuan tambahan masih bisa bertambah mengingat akan ada APBD Perubahan yang akan dibahas dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah.


Ia berharap ada alokasi dari APBD Perubahan itu yang dikonsentrasikan untuk bantuan tambahan kepada masyarakat, termasuk kerja yang cukup konkret adalah perbaikan rumah tidak layak huni lengkap dengan jamban, serta listrik.

Baca juga: Ganjar ajak mahasiswa ikut cegah tengkes di Jateng

Baca juga: PTS diminta berinovasi-beradaptasi secepat perkembangan zaman


"Syukur-syukur nanti karena mau ada APBD Perubahan, kami coba konsentrasikan untuk itu. Nanti akan dikomunikasikan dengan DPRD untuk meminta bahwa alokasi perubahan anggaran ini bisa menghandle dampak dari kenaikan harga BBM termasuk pengurangan kemiskinan. Kalau itu lengkap, Insyaallah ini momentum untuk bisa memperbaiki situasi," ujarnya.


Ia menyebutkan hingga saat ini ada program atau pekerjaan yang sudah dilakukan di Jawa Tengah untuk membantu masyarakat seperti asuransi untuk nelayan, program untuk sektor pertanian, serta jaminan bagi masyarakat yang tidak tercakup oleh BPJS melalui Kartu Jateng Sejahtera.


"Sekarang saya minta untuk diperluas, mana saja yang belum tercover, mana yang terkena dampak agar kemudian bisa dimanfaatkan lagi anggaran itu untuk mereka yang memang berhak dan tepat sasaran," katanya.


Perluasan itu, lanjut dia, dilakukan secara paralel dengan pendataan yang dilakukan oleh jajarannya, bahkan seluruh dinas di lingkungan Pemprov Jateng sudah diminta untuk menghitung mana saja yang ada dan belum tercakup.


Salah satu contohnya laporan dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Atap yang menyebut ada peningkatan pada sektor transportasi.


"Nah ini pengusaha pasti akan menurunkan keuntungannya. Ojol (ojek daring) saya minta betul-betul diperhatikan karena dia yang pengguna paling banyak transportasinya agar kemudian bisa mendapatkan jaminan. Kawan-kawan buruh juga betul-betul diperhatikan agar mereka bisa mendapatkan kompensasi sesuai yang ada," ujar Ganjar.

Baca juga: Ganjar: Festival balon udara tradisi Wonosobo perlu terus dilakukan

Baca juga: Ganjar dorong kampus lebih adaptif beri ruang kreasi mahasiswa